Ojol Vietnam Masuk RI Tantang Gojek-Grab, Asosiasi: Jangan Perang Tarif!

Ojol Vietnam Masuk RI Tantang Gojek-Grab, Asosiasi: Jangan Perang Tarif!

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Senin, 28 Sep 2026 16:01 WIB
Ojol Green SM.
Ojol Green SM. Foto: Doc. Green SM
Jakarta -

Setelah sukses dengan taksinya, layanan ride-hailing asal Vietnam, Green SM, mengoperasikan ojek online (ojol) di Indonesia. Mereka akan menatang aplikator-aplikator lama seperti Gojek dan Grab.

Ketua umum asosiasi ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengingatkan, kemunculan ojol Green SM jangan sampai menimbulkan perang tarif antaraplikator di Tanah Air. Sebab, jika itu terjadi, maka lagi-lagi driver yang menjadi korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masuknya pemain baru tentu memperluas pilihan masyarakat sebagai konsumen. Bagi pengemudi, kehadiran platform baru juga dapat membuka alternatif sumber penghasilan dan memperluas pilihan platform yang dapat digunakan untuk bekerja," ujar Igun kepada detikOto, dikutip Senin (28/9).

"Namun, kami ingin mengingatkan, bertambahnya pemain jangan sampai justru memicu perang tarif. Persaingan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan, teknologi, efisiensi, transparansi sistem, serta kesejahteraan pengemudi," tambahnya.

ADVERTISEMENT
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono.Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono. Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom

Garda Indonesia mengaku akan mencermati perkembangan model bisnis ojol Green SM, khususnya struktur tarif, pola kemitraan, pembagian hasil, biaya atau kewajiban yang dibebankan kepada pengemudi, sistem insentif, skema kendaraan, serta dampaknya terhadap pendapatan bersih pengemudi.

"Prinsip kami sederhana: inovasi dan kompetisi boleh berkembang, tetapi jangan menjadikan kesejahteraan pengemudi sebagai variabel yang dikorbankan untuk memenangkan pasar," tuturnya.

Bagi konsumen, semakin banyak pilihan platform pada dasarnya baik karena dapat mendorong perusahaan berlomba memberikan layanan yang lebih aman, nyaman, transparan, berkualitas dan kompetitif.

"Tetapi tarif murah melalui promosi seharusnya tidak menjadi satu-satunya instrumen untuk memperoleh pasar apabila dalam jangka panjang justru menciptakan kompetisi yang tidak sehat," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kepastian ojol Green SM mulai beroperasi di Jakarta disampaikan Edison Mai selaku Chief Executive Officer (CEO) VGreen. Bahkan, dia telah menjajalnya langsung untuk berkeliling Kota Metropolitan.

"Pada 16 September 2026, layanan skuter listrik Green SM sudah mulai beroperasi di Jakarta," kata Edison Mai melalui akun Linkedin resminya.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Green SM juga mengumumkan beroperasinya layanan ojol di Jakarta. Mereka tak menutup kemungkinan layanan tersebut juga tersedia di kawasan-kawasan lain.

"Green SM Bike kini hadir untuk semua agenda serumu. Sat set dan pasti on budget. Saat ini, tersedia di area tertentu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat," demikian tulis Green SM melalui akun Instagram resminya.

"Namun, tidak menutup kemungkinan Green SM akan ekspansi ke wilayah lainnya di Indonesia. Supaya tidak ketinggalan informasinya, follow akun sosial media kami, ya," lanjut akun tersebut.



(sfn/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads