Kamis, 06 Des 2018 22:28 WIB

Motor Listrik Gesits Siap Meluncur Awal Tahun 2019

Luthfi Anshori - detikOto
Motor listrik Gesits Foto: Andhika Prasetia Motor listrik Gesits Foto: Andhika Prasetia
Jakarta - Motor listrik besutan PT Gesits Technologies Indo (GTI) sudah beberapa kali mundur peluncurannya. Sempat disebut akan meluncur bulan Agustus, namun mundur ke bulan berikutnya.

Kabar terbaru motor itu akan segera meluncur awal tahun depan. Gesits yang memiliki nama lengkap Garansindo Electric Scooter ITS) akan menjadi industri kendaraan bermotor listrik pertama di Indonesia.

"Kami akan luncurkan sekitar Januari atau Februari 2019. Namun tanggal pastinya belum bisa kami katakan," ujar CEO GTI Harun Sjech dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Kamis (6/12/2018).



Sebagai informasi, motor listrik Gesits sudah mendapatkan Kode Perusahaan dan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kementerian Perindustrian. Artinya motor listrik ini sudah resmi menjadi motor listrik nasional.







Kode Perusahaan dan NIK diberikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elekronika (Dirjen Ilmate), Ilmate Harjanto kepada Direktur PT Wijaya Karya Manufaktur M. Samyarto, disaksikan CEO PT Gesits Technologies Indo Harun Sjech di Jakarta, Rabu (28/11/2018) lalu.

Motor listrik GesitsMotor listrik Gesits Foto: Andhika Prasetia


Menurut Harjanto, Gesits menjadi industri kendaraan bermotor listrik pertama di Indonesia yang menerima Kode Perusahaan dan NIK dari Kemenperin.

"Kami mendukung penuh kelancaran proyek sepeda motor listrik Gesits sesuai instruksi Presiden karena merupakan karya anak bangsa," kata Harjanto dalam siaran pers, Kamis (29/11/2018).

"Hampir tidak ada waktu terbuang percuma. Semua proses berjalan cepat, mulai dari pengajuan permohonan hingga selesai. Dan, terpenting, tidak ada biaya dalam pengurusan, sangat profesional," timpal Harun yang mengakui proses pengurusan dokumen sangat cepat di Kemenperin.

Kode Perusahaan dan NIK yang dikeluarkan Kemenperin menjadi dasar bagi Gesits untuk diakui sebagai kendaraan hasil rakitan dalam negeri.



"Melalui dokumen ini pula Gesits bisa menjalani pengujian tipe sebagai langkah untuk diakui sebagai kendaraan legal di jalan raya," ujar Harun.

Sebagai informasi, motor listrik Gesits dibuat melalui sebuah kesepakatan kerja sama produksi, pemasaran, dan operasional model Triple helix yang dimediasi Kemenristekdikti antara Akademisi-Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta.

Dalam hal ini, pihak Akademisi diwakili Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Sebelas Maret (UNS), sedangkan dari pemerintah/BUMN merupakan BUMN yang memiliki keahlian di bidangnya, antara lain PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON), PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) yang diwakili PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), serta PT Gesits Technologies Indo (GTI) dari pihak swasta.

Selain itu ada PT WIKON yang bersama PT GTI membentuk usaha patungan PT Wijaya Manufakturing (PT WIMA), yakni sebuah perusahaan baru yang akan memproduksi Gesits di pabrik yang berada di kawasan industri PT WIKA di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Infografis GesitsInfografis Gesits Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed