Jumat, 09 Nov 2018 11:41 WIB

Yamaha: R25 Tanpa Teknologi VVA Sudah Cukup

Ridwan Arifin - detikOto
Yamaha R25 Foto: Grandyos Zafna Yamaha R25 Foto: Grandyos Zafna
Bogor - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tidak menyematkan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) pada seri motor sport New Yamaha R25. Fitur tersebut sebelumnya sudah disematkan pada produk Yamaha terbaru seperti R15, Aerox, NMAX, dan Lexi.

Tentu rasa penasaran muncul, mengapa Yamaha tidak menyematkannya untuk Yamaha R25. Padahal fungsinya mampu memberikan torsi yang besar di putaran bawah dan tenaga yang besar di putaran atas serta motor jadi punya efisiensi yang bagus.

General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), M Abidin menjawabnya saat disela-sela acara Media Test Ride Yamaha di Sirkuit Sentul Internasional, Bogor, Kamis (8/11/2018).



"Konteksnya VVA itu kan nempatin 2 cam di dalam satu poros, umumnya suitable untuk tipe yang SOHC, kalo DOHC itu kan nempatinnya berarti harus ada dua, itu synchronize-nya nggak gampang, tentu costnya akan lebih mahal apalagi dua silinder, dianggap cukup dengan menggunakan DOHC yang sekarang," ungkap Abidin.

Yamaha R25, kata Abidin, saat ini sudah cukup diandalkan menggunakan mesin lama tanpa adanya teknologi VVA. Memang di atas kertas tanpa menggunakan VVA, Yamaha R25 masih kalah soal tenaga dibandingkan dengan kompetitornya karena mampu menumpahkan 26,5 Kw (36 PS)/12.000 rpm, sedangkan Honda CBR250RR mampu mengeluarkan tenaga 28,5 kw (38,7 PS)/12.500 rpm, dan Kawasaki Ninja 250 berada di kisaran 28,5 kw (39 PS)/12.500 rpm.
Namun dari segi harga Yamaha R25 dibanderol lebih murah dibandingkan pesaingnya. R25 tersedia dalam tiga pilihan warna yakni Racing Blue, Matte Red, dan Matte Black yang dibanderol seharga Rp 58.600.000 untuk versi biasa dan Rp 58.950.000 untuk tipe Movistar Livery.
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed