Jumat, 09 Nov 2018 09:53 WIB

Modifikasi Motor dengan Stiker Bisa Hanguskan Garansi Pabrikan?

Luthfi Anshori - detikOto
Modifikasi motor dengan stiker. Foto: Luthfi Anshori Modifikasi motor dengan stiker. Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Pengguna motor sport di Indonesia biasanya gatal memodifikasi tunggangannya supaya tampil beda dari motor lain. Entah itu modifikasi performance maupun sekadar modifikasi tampilan luar saja, seperti pemasangan sticker atau decal sesuai corak kegemaran.

Jika melakukan modifikasi performance seperti ganti knalpot racing, ECU, atau meningkatkan kapasitas mesin (bore up), konsekuensinya sudah jelas. Garansi mesin dan kelistrikan otomatis gugur.


Lalu bagaimana dengan modifikasi pemasangan sticker atau di decal di motor? Apakah konsekuensinya bakal sama seperti jika modifikasi performance?

"Kalau cuma sebatas aksesori, pasang sticker. Itu nggak gugurkan garansi. Cuma kalau udah terkait performance, kelistrikan. Itu tentu ada konsekuensi (gugur garansi)," kata Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya, di sela-sela acara pengumuman pemenang CBR250RR Virtual Modification Challenge di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).



Meski garansi pabrikan aman, bukan berarti modifikasi mengubah cat dasar motor selalu aman ya Otolovers.

Yang perlu diperhatikan juga kesesuaian warna motor dengan data di STNK (Surat Tanda Naik Kendaraan). Artinya jika ingin motor tetap legal dikendarai di jalan raya, motor yang dimodifikasi menggunakan cat baru atau sticker, harus menyesuaikan warna di STNK.




Tonton juga 'Transformasi Munaroh, Sang 'Petarung Jalanan':

[Gambas:Video 20detik]


Modifikasi Motor dengan Stiker Bisa Hanguskan Garansi Pabrikan?
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed