Jumat, 09 Nov 2018 07:18 WIB

Skutik 125 cc Yamaha Ada 7, Honda Cuma 1 tapi Masuk 5 Besar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Yamaha FreeGo. Foto: Agung Pambudhy Yamaha FreeGo. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Persaingan skuter matik (skutik) bermesin 125 cc di Indonesia semakin ketat. Yamaha memiliki total tujuh skuter matik (skutik) bermesin 125 cc. Enam di antaranya pakai mesin yang sama, yaitu mesin 125 cc berpendingin udara dan satu (Yamaha Lexi) pakai mesin 125 cc berpendingin cairan.

Yamaha menjual Mio (termasuk Mio M3 dan Mio S), Mio Z, X-Ride, Soul GT, dan Yamaha Fino, serta baru meluncurkan FreeGo. Juga ada Yamaha Lexi yang pakai mesin 125 cc berpendingin cairan.

Padahal, Astra Honda Motor (AHM) hanya punya satu model 125 cc, yaitu Honda Vario 125. Satu model Honda Vario 125 saja secara penjualan sudah tembus 5 besar. Penjualan sepeda motor semester I tahun 2018, Honda melepas 301.716 unit Vario 125, terlaris nomor tiga penjualan sepeda motor di Indonesia. Sementara Yamaha Mio yang pakai mesin 125 cc juga hanya menempati posisi enam dengan penjualan 145.504 unit.



Yamaha menyebut menjual tujuh model skutik 125 cc untuk menawarkan banyak pilihan kepada konsumennya. Presiden Direktur Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia (YIMM), Minoru Morimoto, mengatakan satu-dua skutik 125 cc milik Yamaha cukup berhasil di Indonesia.

"Ok, ok, Honda adalah pabrikan besar. Secara global Honda nomor satu. Sementara Yamaha menantangnya. Kami harus terus melakukan ini karena kami kompetitor. Tapi Yamaha punya jalannya sendiri. Itu sebabnya kami terus membuat kategori skuter maxi (melalui Lexi, Aerox, Nmax, Xmax, hingga Tmax) yang berbeda dari Honda, Kawasaki, Suzuki," kata Morimoto saat ditemui di Sirkuit International Sentul, Kab. Bogor, Kamis (8/11/2018).

Beberapa skutik Honda yang berkompetisi dengan skutik Yamaha memang menggunakan mesin 110 cc. Seperti Honda BeAT yang pakai mesin 110 cc sementara Yamaha Mio pakai 125 cc juga Honda Scoopy 110 cc sementara Yamaha Fino 125 cc.



Morimoto menyebut, skutik 125 cc dibutuhkan masyarakat perkotaan yang biasa mengendarai motor berboncengan. Karena, katanya, motor 125 cc punya torsi lebih besar.

"Kalau berboncengan dengan dua orang di motor, mereka butuh torsi untuk kemudahan berkendara. Seperti ojek online, mereka butuh torsi untuk kemudahan berkendara," kata Morimoto.

Morimoto mengatakan Yamaha memberikan sesuatu yang berbeda untuk konsumennya, tidak tergantung dengan kompetitor. Salah satunya dengan menciptakan skutik bongsor atau kategori Maxi Scooter.

"Yamaha kuat di Maxi. Honda memang punya PCX, tapi Yamaha punya Nmax, Xmax, Tmax, Aerox. Jadi Yamaha sudah punya kategori sendiri, Maxi. Tidak cuma berkompetisi terus, tapi kami punya jalan sendiri," sebut Morimoto. (rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed