Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 11 Jan 2017, 19:39 WIB

Ekspor Motor 2014-2016 Meningkat Hampir 1.000 Persen

M Luthfi Andika - detikOto
Ekspor Motor 2014-2016 Meningkat Hampir 1.000 Persen Foto: Yamaha
Jakarta - Melihat hasil 2016 lalu, tercatat ada peningkatan ekspor sepeda motor dibandingkan dengan 2015. Namun yang lebih mencengangkan adalah jika melihat peningkatan ekspor dari 2014 hingga 2016.

Bayangkan saja, menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata kepada detikOto, Rabu (11/1/2017), sepeda motor mengalami peningkatan ekspor hingga 1.000 persen periode 2014-2016.

"Ekpor tahun ini akan kembali naik, pasarnya sangat bagus meningkat terus. Bahkan di 2014 sampai 2016 ekspor meningkat mendekati 1.000 persen. Dan paling tidak tahun ini akan ada peningkatan sebesar 5 persen, dibandingkan tahun-tahun lalu," kata Gunadi.

Gunadi mengatakan pasar ekspor akan terus bergairah dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita melihatnya sejak 2014 pertumbuhan pasar sepeda motor sangat bergairah. Tumbuh memang belum, tapi bergairah. Dan kita amati produsen yang hampir mati seperti pabrikan Amerika Serikat seperti Indiana ini tumbuh kembali, artinya sepeda motor di luar negeri kembali bergairah," kata Gunadi.

"Selain itu pendapatan di negara lain naik, jadi saat mereka menerima produk Indonesia dengan harga sekian itu bukan masalah buat mereka," ujar Gunadi.

Gunadi menambahkan, biasanya Indonesia hanya mengirimkan sepeda motor ke negara berkembang. Kini sepeda motor produksi Indonesia juga akan dikirim ke negara maju.

"Biasanya ke ekspor miskin (berkembang-Red) dan negara maju mereka sudah punya mobil dan moge. Sekarang negara maju pun mengendarai motor kecil, jadi ini sangat rasional (ekpor ke negara maju-Red)," ucapnya.

"Maka opini kita, pasar akan tumbuh di negara maju. Selain itu mereka memiliki per kapita tinggi, sehingga akan mudah menerima produk Indonesia. Dan Indonesia tidak hanya akan mengirimkan unit ke negara berkembang tapi ke negara maju juga," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Gunadi juga mengatakan pasar motor matik akan terus mendominasi. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia.

"Mau tidak mau, karena trendnya seperti itu, yang penting apa pun yang dibutuhkan masyarakat akan kita sediakan. Karena Kita tidak begitu saja bisa mengubah trend. Matik 77 persen lebih dominan di Indonesia, dan ini pilihan masyarakat. Sedangkan untuk ekspor itu 100 persen (untuk matik-Red), di luar negeri yang diterima seperti itu," katanya. (lth/rgr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed