Kamis, 08 Jan 2015 15:24 WIB

Yamaha Jamin Helm Bawaannya Aman

- detikOto
Jakarta - Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi patokan pabrikan roda dua untuk memberikan helm secara cuma-cuma kepada konsumennya yang telah membeli motor di diler resminya. Yamaha juga mengadopsi standar SNI untuk menjamin helmnya itu aman.

Menurut tim aftersales DDS Cempaka Putih Tanto Haridewi, helm yang diberikan kepada pelanggannya sudah memenuhi standar keselamatan. Di helm itu, jelas tertera logo SNI,

"Yang jelas adalah barang itu sesuai dengan SNI. Memenuhi standar keselamatan, sudah ada lisensi SNI. Artinya itu udah layak untuk konsumen. Pasti terjamin, kalau enggak kita enggak lolos uji. Enggak boleh dijual" ujarnya saat ditemui di Flagship Yamaha DDS Cempaka Putih, Jakarta.

Menurut Tanto, hingga kini pihaknya belum pernah mendengar keluhan dari konsumen terkait keamanan pada helm Yamaha. Karenanya, Tanto percaya bahwa helmnya itu sudah aman dan benar-benar memenuhi standar.

"So far enggak ada masalah. Enggak ada komplain," akunya.

Tanto menekankan, selagi konsumennya benar memakai helm, keamanan berkendara akan terjamin. Namun, jika pemiliknya salah menerapkan cara penggunaan dan ukuran helmnya tidak sesuai, keamanan mereka juga bisa terancam.

"Selama safety klik, so far enggak ada masalah. Ada juga kan konsumen yang asal pakai helm aja yang penting enggak ditilang. Ukurannya juga itu harus pas di kepala. Kalau enggak itu helm koplak-koplak," ujarnya.

Menurut Tanto, helm yang diberikan Yamaha bisa disesuaikan ukurannya. Sayangnya, masih banyak konsumen yang tidak meminta helm sesuai ukurannya.

"Basically, semua helm ada ukurannya. Cuma terkadang konsumen tidak ada request. Basic-nya kita tanya ukurannya. Selama persediaannya masih ada kita usahakan sesuaikan ukurannya," tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Safar (36) pemilik Yamaha R15 menyatakan, helm yang ia dapat saat membeli motor itu sudah menerapkan keamanan. Makanya, ia tidak memiliki kekhawatiran untuk menggunakan helm itu.

"Bagus, helmnya full face. Kayaknya sih aman juga. Kalau dilihat sih standar SNI lah. Enggak ada kekhawatiran. Dari segi aman sama kayak helm yang lumayan harganya. Lebih ringan. Tapi kalau helm lumayan bagus kan busanya bisa dilepas kalau itu enggak, itu udah paten," tuturnya.

Namun, yang menjadi catatan Safar adalah, helm itu belum menerapkan sistem double visor. Meski begitu, desainnya dianggap tidak ketinggalan jaman.

"Kekurangan enggak pake double visor. Jadi masih model lama. Kalau double visor kan lumayan. Desain lumayan enggak ketinggalan jaman," ujarnya.

Menurut Safar, helm dari Yamaha saat ini dengan helm Yamaha sebelumnya sudah lebih bagus. Sebelumnya, Safar memiliki Jupiter MX dan mendapat bonus helm yang kurang bagus. Namun, helm yang ia dapat ketika membeli Jupiter MX tidak pernah pecah meski sering jatuh.

"Kalau yang dulu kayanya enggak begitu bagus. SNI juga. Kayaknya dari model ketinggalan. Kalau kualitas sih enggak pernah sampe pecah Berapa kali jatuh itu helm di parkiran. Cuman dipakainya terlalu ringan. Pertama rusak itu kain pengikatnya sobek," komentarnya.

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com