Kamis, 19 Mar 2020 07:49 WIB

Round-Up

Ojek Online Tolak Lockdown, WFH Saja Orderan Sudah Sepi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
1
Halaman 1 dari 5
Kolong rel kereta Juanda kini menjadi lokasi shelter ojek online. Keberadaan shelter itu guna mencegah terjadinya penumpukan ojek online di pinggir jalan. Ojek online. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Beberapa negara saat ini menerapkan karantina atau lockdown. Lockdown dilakukan untuk mengunci akses masuk dan keluar sebuah daerah atau negara untuk mencegah penyebaran penularan virus corona.

Aktivitas sekolah, tempat umum, transportasi umum, bahkan industri pun disetop sementara waktu. Driver ojek online pun menolak dengan tegas jika Indonesia menerapkan lockdown.

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, yang juga aktivis ojek online, mengatakan lockdown akan membuat sengsara pekerja informal yang bergantung pada pendapatan harian. Salah satunya ojek online.

"Kami menolak lockdown, artinya kalau lockdown itu kan tidak boleh ada aktivitas apa pun di jalan raya ya. Sebagian besar di Jakarta atau di tempat lain kan pekerjanya informal, khususnya kami para ojek online, yang harus mencari nafkah sehari-hari ya (penghasilan harian). Nah di situ kalau sampai terjadi lockdown artinya kita dirumahkan semua," kata Igun, kepada detikcom, Rabu (18/3/2020).

(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com