Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Senin 16 April 2018, 15:34 WIB

Kenapa Motor Skutik Remnya Jadi Blong di Turunan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kenapa Motor Skutik Remnya Jadi Blong di Turunan? Skutik remnya blong, untung saja ada benteng penyelamat. Foto: Istimewa
Jakarta - Mengendarai motor matik tidak semudah yang dipikirkan. Memang tekniknya hanya gas dan rem, tapi mengendarai motor matik perlu teknik gas dan rem yang tepat. Jangan sampai kecelakaan karena kemudahan mengendarai motor matik terjadi.

Seperti kecelakaan yang baru saja terjadi ini, sebuah motor matik mengalami rem blong di turunan tajam. Dalam video yang heboh di sosial media, terlihat sebuah motor meluncur dengan kecepatan tinggi lantaran mengalami rem blong.

[Gambas:Video 20detik]

Terlebih, motor matik tak bisa melakukan teknik engine brake sehingga hanya mengandalkan rem depan dan belakang. Kalau rem depan dan belakang sudah blong, motor jadi sulit dikendalikan.


Namun, untungnya peristiwa yang terekam video itu tidak menimbulkan korban jiwa. Pemotor yang mengalami rem blong itu mengarahkan motornya ke benteng penyelamat. Motor menabrak benteng penyelamat dengan keras. Mungkin kalau tidak ada benteng penyelamat itu motor bisa terjun ke jurang.

Menanggapi peristiwa ini, Instruktur Safety Riding di Rifat Drive Labs, Andry Berlianto, mengatakan rem blong bisa terjadi karena pengoperasian rem yang berlebih. Hal itu mengakibatkan kampas dan piringan rem menjadi panas.

"Efeknya tidak bisa menggigit maksimal," kata Andry kepada detikOto, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, kedua rem harus difungsikan sedemikian rupa. Kedua rem, terlebih untuk motor matik yang tidak bisa memaksimalkan engine brake, sebaiknya jangan dibiarkan menggigit terlalu lama.

"Pakai kecepatan rendah, maksimalkan rem belakang dan dibantu dengan rem depan bertahap, jangan membiarkan roda terkunci atau menggesek piringan terlalu lama," sebut Andry.

Sebelum jalan, pastikan fitur rem berfungsi dengan maksimal. Kemudian, barengi kemampuan mengendarai yang baik dan tidak mudah panik.

"Kenali medan dengan saksama termasuk adanya turunan atau tanjakan panjang. Maksimalkan pemakaian safety gear (jaket, helm, sarung tangan, sepatu, celana panjang) karena safety gear ini berfungsi mengurangi efek cedera berlebih saat terjadi kecelakaan. Ingat, naik motor itu tidak mudah dan penuh risiko, pahami risikonya, pahami bahanya dan lakukan antisipasi," kata Andry. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed