Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 09 September 2017, 19:35 WIB

Dilarang Melintas di Jalan Protokol, Ada Diskriminasi Bagi Pengendara Motor

Ruly Kurniawan - detikOto
Dilarang Melintas di Jalan Protokol, Ada Diskriminasi Bagi Pengendara Motor Dilarang Melintas Jalan Protokol, Ada Diskriminasi Bagi Pengendara Motor Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -
Pemprov DKI telah menunda diberlakukannya pembatasan jalur sepeda motor di jalan Sudirman dan Rasuna Said pada hari Kamis lalu. Meski begitu, kalangan pemotor yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Menentang Pembatasan Motor (GAMPAR) menilai bahwa diskriminasi pada pengguna motor masih tercium.

"Gerakan kami (GAMPAR) berlandaskan diskriminasi pengguna motor. Dengan adanya penundaan pembatasan roda dua di Sudirman dan Rasuna Said, kami masih menilai bahwa diskriminasi masih berlanjut karena Perda 149 tahun 2014 masih berjalan (kepada pengguna sepeda motor-Red)," papar Rio Octaviano, inisiator Gampar kepada wartawan di Kantor LBH Jakarta Pusat, Sabtu (9/9/2017).


Selain itu menurut Rio, aturan ini masih bisa saja kembali diberlakukan pada waktu yang belum ditentukan. Sehingga Rio berharap, Pemprov DKI Jakarta harus melakukan dialog terhadap masyarakat terlebih dahulu sebelum keputusan itu digunakan kembali.


"Di tahun 2007 dan 2010 dulu sebenarnya sudah ada pergerakan untuk menolak pergerakan sepeda motor. Pemprov pun memberlakukan kebijakan yang senada. Nah ini seyogyanya harusnya mereka memanggil pihak-pihak yang dulu pernah melempar aspirasinya, jangan sembarang menetapkan," kata Rio.


Sebelumnya sepeda motor rencananya akan dilarang melintasi jalan protokol seperti Sudirman dan juga Rasuna Said. Namun aturan tersebut baru akan berlaku pada 11 Oktober mendatang setelah uji coba pada 12 September dan evaluasi selesai dilakukan.
(lth/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed