Skuter Listrik Rp 48 Juta buat MBG Kemahalan, Banyak yang Lebih Murah

Skuter Listrik Rp 48 Juta buat MBG Kemahalan, Banyak yang Lebih Murah

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Apr 2026 10:41 WIB
Skuter listrik Emmo JVH Max
Skuter listrik Emmo JVH Max. Foto: Doc. Emmo
Jakarta -

Ribuan motor listrik disiapkan untuk operasional makan bergizi gratis (MBG). Disebutkan, ribuan motor listrik itu dianggarkan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Motor listrik itu adalah Emmo JVX GT dengan desain ala motor trail. Ada juga motor jenis skuter listrik Emmo JVH Max.

Diduga ada dua jenis motor listrik yang disiapkan. Pertama ada motor listrik bergaya offroad. Motor trail listrik itu adalah model Emmo JVX GT. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVX GT adalah motor listrik adventure bertenaga hingga 7.000 W dengan jarak tempuh 70 km. Motor ini dirancang untuk segala medan, bisa dipacu di jalan raya maupun offroad. Jarak tempuh 70 km diklaim ideal untuk perjalanan harian maupun petualangan outdoor.

Motor listrik ini dibekali baterai berkapasitas 72v 31Ah, kompatibel dua baterai dan mudah dilepas. Emmo mengklaim, JVX GT mendukung fast charging dengan pengisian dari 30 persen sampai 80 persen cuma butuh waktu 1 jam. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVX GT dijual dengan harga Rp 56,8 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak cuma jenis motor trail, dalam video yang beredar ada juga yang menampilkan skuter listrik. Diduga skuter listrik itu adalah model Emmo JHV Max. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVH Max adalah skuter listrik modern untuk mobilitas perkotaan. Skuter listrik ini menawarkan kecepatan hingga 90 km/jam, jarak tempuh 70 km, serta baterai 72v 30Ah dengan fitur fast charging. Harganya mencapai 48,8 juta, menurut situs resminya.

ADVERTISEMENT

Harga motor listrik itu banyak menjadi pertanyaan. Apakah harus memilih motor listrik yang harganya Rp 48 juta sampai Rp 56 jutaan itu? Padahal, banyak pilihan motor listrik yang lebih murah.

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono bahkan menilai harga skuter listrik Emmo JVH Max untuk SPPG itu masih kemahalan.

"Yang (Emmo JVH Max) ini agak ketinggian. Harga Rp 48,8 juta itu sudah masuk ke kelas premium. Dengan spesifikasi yang sama seharusnya bisa didapatkan pada motor yang harganya lebih rendah," kata Hendro kepada detikOto, Rabu (8/4/2026).

Belakangan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap harga per unit motor listrik yang diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dia menyebut motor itu seharga Rp 42 juta.

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran," kata Dadan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Meski begitu, masih banyak pilihan motor listrik di bawah Rp 40 juta. Contohnya, ada Alva One XP yang harganya hanya Rp 38,5 juta. Ada juga Polytron Fox 500 yang harganya Rp 38,1 juta. Pilihan lain ada Zeeho AE6 seharga Rp 37,5 juta atau Indomobil Emotor Tyranno yang harganya lebih murah lagi, di angka Rp 26 jutaan.

Di sisi lain, untuk motor listrik bergaya trail, Hendro menyebut harga Emmo JVX-GT masih kompetitif. Rata-rata motor trail listrik yang dijual di Indonesia harganya memang di atas Rp 40 jutaan).

"Pilihan keduanya sudah cukup tepat jika dilihat dari sudut pandang geografi. Harga (motor trail listrik) tersebut kurang lebih sama dengan produk setara. Katakan dengan produk United RX6000 (Rp 49 jutaan), Alessa Dimentro DT-Pro, Surron Ultra Bee (tembus Rp 99 jutaan), atau Tromox UKKO (Rp 35-85 jutaan). Sementara untuk produk dari PT LEN dan PT PINDAD tidak bisa diketahui harganya karena memang tidak dibuka untuk umum," ujar Hendro.

Pengadaan 2025, buat Kepala SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala SPPG.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dikutip dari keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).

Total ada puluhan ribu motor listrik untuk Kepala SPPG yang disiapkan BGN. Informasi 70.000 unit motor listrik ternyata tidak benar. Motor listrik yang disiapkan sebanyak 20 ribuan unit.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.

Dadan berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.




(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads