2 Perusahaan Otomotif Diisukan Cabut ke Vietnam, Pabriknya Masih 'Ngebul'

2 Perusahaan Otomotif Diisukan Cabut ke Vietnam, Pabriknya Masih 'Ngebul'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 25 Jun 2026 12:08 WIB
PT Bakrie Tosanjaya akan menginvestasikan Rp 300 miliar tahun ini untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga lebih dari 50 persen di karenakan meningkatnya permintaan otomotif di tanah air, Selasa (30/4/2013).
Ilustrasi komponen otomotif. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur diisukan akan cabut dari Indonesia dan pindah ke Vietnam. Namun, berdasarkan penelusuran Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kedua industri otomotif tersebut masih beroperasi di Indonesia.

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal sebelumnya mengungkapkan, akan ada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur yang bakal pindah ke Vietnam. Keduanya sama-sama memiliki induk perusahaan yang berasal dari Jepang. Said Iqbal membocorkan kedua perusahaan itu dengan inisial PT J dan PT S yang berlokasi di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur.

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita langsung memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi produksi PT. S dan PT.J serta PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada dua industri tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni, kedua perusahaan yang dimaksud kemungkinan adalah PT JAI dan PT SAI. PT JAI berlokasi di Kabupaten Pasuruan, dan PT SAI berlokasi di Kabupaten Mojokerto.

ADVERTISEMENT

"Kedua perusahaan tersebut juga tercatat aktif menyampaikan laporan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) secara rutin sesuai ketentuan yang berlaku pada Permenperin 13 Tahun 2025," katanya dikutip dari keterangan tertulis Kemenperin.

Kemenperin mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan bahwa dua perusahaan industri PT. JAI dan PT. SAI yang muncul dalam pemberitaan relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam dan PHK patut diduga memang kedua perusahaan tersebut.

Meski begitu, telah dipastikan fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI masih beroperasi secara normal di Indonesia dan tetap menjalankan kegiatan produksi sebagaimana biasanya. Belum ada rencana relokasi fasilitas produksi dua perusahaan industri tersebut dari Indonesia ke Vietnam. Begitu juga dengan isu PHK, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada pengurangan tenaga kerja ataupun PHK pada fasilitas produksi mereka.

"Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut," ungkap Febri.



Dijelaskan, PT SAI dan PT JAI merupakan perusahaan industri komponen otomotif dengan nilai investasi yang signifikan. Total investasi mencapai lebih dari Rp 1,9 triliun.

"Nilai investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan usaha dan investasinya di Indonesia," kata Febri.

Dari sisi kinerja produksi, kedua perusahaan juga masih menunjukkan aktivitas industri yang berjalan baik. Pada Triwulan I Tahun 2026, PT S merealisasikan produksi sebesar 1,2 juta pieces komponen, sedangkan PT J memproduksi sekitar 1,6 juta pieces komponen.

Selain itu, seluruh hasil produksi kedua perusahaan ditujukan untuk pasar ekspor. Dengan orientasi ekspor mencapai 100 persen, kedua perusahaan merupakan bagian dari rantai pasok global industri otomotif dan berkontribusi terhadap kinerja ekspor manufaktur Indonesia.



(rgr/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads