Prabowo Mau RI Produksi Sedan Listrik Besar-besaran Tahun 2028

Prabowo Mau RI Produksi Sedan Listrik Besar-besaran Tahun 2028

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 09 Apr 2026 13:00 WIB
Prabowo resmikan pabrik bus listrik dan truk listrik
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik bus listrik dan truk listrik di Magelang. Foto: Dok. Youtube Sekretariat Presiden
Magelang -

Presiden Prabowo Subianto menyebut harapannya agar Indonesia ke depan bisa memproduksi sedan listrik pada tahun 2028. Begini kata Prabowo.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan listrik sebagai sumber energi utama. Langkah itu ditempuh supaya RI tak lagi bergantung dengan energi yang bersumber dari fosil. Berkaitan dengan hal itu, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang yang digarap PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

VKTR baru saja memamerkan deretan kendaraan komersial sekelas bus, truk, hingga forklift yang sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik. Prabowo menyebut ini jadi satu pencapaian baru buat RI. Tak berhenti sampai di situ, Prabowo juga menyebut RI bakal memproduksi sedan berbasis listrik pada tahun 2028.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," ucap Prabowo seperti ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden.

ADVERTISEMENT

Prabowo tak menyebut dengan detail terkait harapannya terhadap produksi sedan listrik secara besar-besaran tersebut. Namun setidaknya, RI sudah bisa memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan penggunaan komponen lokal yang cukup tinggi.

"Jadi saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sudah membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Ya sedan dari listrik," terang Prabowo lagi.

Sebelumnya, Prabowo memang sudah mengungkap keinginannya agar seluruh kendaraan di RI bertenaga listrik. Penggunaan kendaraan listrik itu menurut Prabowo bikin pengeluaran jadi lebih hemat dan membuat negara tak lagi bergantung pada impor BBM dan peralihan menggunakan tenaga surya.

"Tidak boleh ada lagi listrik dari diesel, terlalu mahal jadi kita sekira dalam waktu dekat 13 GW bisa kita adakan, very soon kita tidak akan pakai diesel-solar untuk listrik," tutur Prabowo beberapa waktu lalu.




(dry/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads