Pilihan Mobil yang Bisa Dicicil buat Gaji Rp 4,9 Juta

ADVERTISEMENT

Pilihan Mobil yang Bisa Dicicil buat Gaji Rp 4,9 Juta

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 29 Nov 2022 10:13 WIB
Test Drive Honda Brio RS dan Brio Satya Jakarta-Bogor
Ilustrasi mobil murah Foto: Niken Purnamasari
Jakarta -

Dengan penghasilan Upah Minimum Provinsi (UMP) Rp 4,9 juta per bulan, sebenarnya bisa mencicil sebuah mobil. Namun modelnya terbatas, pilihannya terbatas pada mobil Low Cost Green Car (LCGC).

"Untuk menghitung berapa idealnya kredit barang seperti kendaraan bermotor dengan patokan penghasilan kita, maka kita bisa menghitung maksimal sebesar 30 persen dari penghasilan kita," kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho, kepada detikcom, Senin (28/11/2022).

Jika disimulasikan dengan perkiraan harga, Andy mengatakan mobil dengan harga Rp 90 jutaan menjadi pilihan paling masuk akal bagi orang dengan penghasilan Rp 4,9 juta per bulan. Ini menggunakan DP sebesar 20 persen.

"Untuk bisa dapat sebuah mobil, sebuah LCGC untuk tipe terendah dan paling murah yang berharga Rp 90 jutaan dan DP Rp 18,7 juta, dengan tenor 60 bulan, cicilannya di angka 1,78 juta, yang artinya masih di atas budget yang dimiliki," kata Andy.

Untuk harga Rp 90 jutaan tidak ada mobil LCGC baru yang dijual oleh pabrikan. Namun untuk mobil bekas modelnya beragam, misalnya Daihatsu Ayla tahun 2015 dijual sekitar Rp 88 juta atau Honda Brio Satya yang dijual mulai Rp 97 jutaan.

Namun perlu menjadi perhatian, Financial Planner sekaligus CEO dan Founder OneShildt Financial Independence, Budi Raharjo, mengatakan untuk kredit mobil sebaiknya bisa mengukur kemampuan diri.

"Kalau penghasilan UMP, mau punya kendaraan, pastikan kalau membeli kendaraan secara kredit jangan sampai itu mengganggu kemampuan menabung, dan juga kemampuan untuk punya proteksinya. Kalau masih mengganggu, lebih baik membeli asetnya dengan cara menabung dulu, baru beli aset, daripada alih-alih memaksakan untuk kredit," kata Budi saat dihubungi detikcom, Senin (28/11/2022).

Jika hal itu dipaksakan, menurut Budi bisa mengancam kestabilan keuangan rumah tangga. Terlebih jika sumber penghasilan utama hanya dari salah satu pasangan suami istri saja.

"Tapi tidak semata-mata dilihat dari itu saja, kalau kita membeli kendaraan, pertama kita pertimbangkan cashflow juga, apakah dengan cashflow yang sekarang Rp 4,9 juta itu sudah memenuhi kebutuhan apa saja," jelas dia.

"Jadi misalnya dari Rp 4,9 juta itu menabung 10 persen, 90 persennya untuk keperluan hidup. Berarti 10 persen ini yang biasanya ditabung, kalau biasanya mengambil kendaraan dikredit berarti akan berkurang kemampuannya 10 persen ini, bahkan bisa jadi habis. Nah kalau sampai habis, bahkan sampai memaksakan diri pengeluaran lainnya sampai diturunkan, nah ini berarti kondisi keuangannya tidak memungkinkan untuk mengambil cicilan, terlalu memaksakan," tambah Budi.



Simak Video "Beli Mobil Listrik Kian Mudah, Bisa DP Ringan Hingga Kredit Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT