Komitmen Pemerintah Gunakan Ribuan Mobil Listrik

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 20 Jan 2021 09:17 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Pakai Mobil Listrik Hyundai Ioniq
Mobil dinas pemerintah daerah pakai mobil listrik. Beberapa instansi berkomitmen menggunakan kendaraan listrik. Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar
Jakarta -

Mobil listrik akan semakin booming di Indonesia. Tahun 2021, diperkirakan ratusan ribu unit mobil listrik beredar di Indonesia.

Hal itu tertera dalam data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dijelaskan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, kemarin. Dalam data itu, potensi mobil listrik di tahun 2021 ini sebanyak 125 ribu unit. Sementara sepeda motor listrik tahun ini berpotensi sebanyak 1,344 juta unit.

Menurut Arifin, hingga 2030, penggunaan mobil dan motor listrik berpotensi naik. Pada tahun 2030, diperkirakan akan ada 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta sepeda motor listrik.

"Beberapa instansi baik pemerintah pusat, daerah, BUMN maupun swasta telah berkomitmen untuk mulai menggunakan KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai) ini," kata Arifin.

Data yang disajikan Arifin menjelaskan, sampai 2025 total potensi penggunaan kendaraan bermotor listrik oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN dan swasta mencapai ribuan unit. Untuk mobil listrik, potensi penggunaan kendaraan listrik di institusi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN hingga swasta mencapai 19.220 unit. Sedangkan sepeda motor mencapai 757.139 unit dan bus 10.227 unit.

Rinciannya, kementerian/lembaga berkomitmen menggunakan 951 unit motor listrik, 1.050 unit mobil listrik dan 86 unit bus listrik. Sementara pemerintah daerah akan menggunakan 67.229 motor listrik, 9.239 unit mobil listrik dan 1.178 bus listrik. BUMN bakal menyerap 16.259 unit motor listrik, 1.011 mobil listrik, dan 5.213 bus listrik. Sedangkan swasta akan menggunakan 672.700 motor listrik, 7.920 mobil listrik dan 3.750 bus listrik.

Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, dibutuhkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU. Arifin mengatakan, pihaknya berkomitmen terus menambah SPKLU di Indonesia. Sampai 2020 saja, sudah ada sebanyak 180 unit SPKLU.

"Dan diharapkan sampai 2030 akan terbangun sejumlah 31.859 SPKLU," ujar Arifin.

SPKLU itu akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Misalnya di pusat perbelanjaan, area perkantoran, bandara, SPBU, apartemen hingga pool taksi.

Selain SPKLU, pemerintah juga menyiapkan lokasi Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Berbeda dengan SPKLU yang langsung bisa mencolok listrik ke kendaraan, konsep SPBKLU ini cukup unik. Misalnya saat baterai motor listrik habis, penggunanya tinggal menukar dengan baterai baru yang sudah terisi penuh di lokasi SPBKLU. Konsepnya seperti membeli air minum kemasan galon atau gas elpiji. Tahun 2030 ditargetkan ada 67 ribu SPBKLU.

Dengan penerapan percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Arifin mengatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bisa berkurang secara signifikan.

"Dengan peningkatan pengguna kendaran listrik pada tahun 2030 akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta kiloliter per tahun (asumsi konsumsi BBM mobil 1.800 liter/tahun dan motor 160 liter/tahun)," katanya.



Simak Video "Rencana Mobil Listrik Xiaomi Terbongkar, Disebut Gandeng Perusahaan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)