Mobil Otonom Bisa Jalan Sendiri Tanpa Sopir, Kalau Kecelakaan Siapa yang Dihukum?

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 28 Des 2020 18:43 WIB
China semakin maju dengan teknologinya. Sebuah kendaraan pengiriman ekspres tanpa awak tampak mondar-mandir di Wilayah Baru Xiongan, Provinsi Hebei China utara.
Mobil otonom pengangkut barang sudah wara-wiri di China (Xinhua)
Jakarta -

Mobil otonom, alias mobil yang bisa nyetir sendiri, jadi teknologi yang tengah dikembangkan banyak pabrikan. Tapi, seandainya terjadi kecelakaan, pada siapa kesalahan atau tanggung jawab hukum akan ditujukan?

Mobil otonom diyakini akan menjadi tahapan teknologi berikutnya yang akan diaplikasi ke berbagai mobil di dunia setelah era mobil listrik. Faktanya, Tesla, Daimler, sampai Apple tengah melakukan pengembangan terkait teknologi mobil otonom tersebut. Diyakini mayoritas pabrikan juga melangkah ke arah yang sama.

Pengembangan mobil otonom bukannya tanpa masalah. Salah satu perkara yang terus diperdebatkan adalah soal tanggung jawab hukum jika terjadi kecelakaan.

Bahkan dengan kemajuan teknologi komputerisasi saat ini, beberapa ujicoba mobil otonom masih menyisakan ruang keraguan. Faktanya, memang ada beberapa kecelakaan terjadi melibatkan mobil otonom.

Francesco Biondi, Assistant Professor di Universitas Windsor mengungkapkan salah satu solusi terkait masalah ini. Menurutnya, perlu ada periode latihan yang dilakukan pemilik mobil otonom. Dalam periode latihan tersebut diharapkan pemilik mobil mengetahui batas kemampuan dan kekurangan mobil sehingga bisa menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya muncul juga usulan supaya pemilik kendaraan lebih dulu menyapakati dan menandatangani end-user licence agreements (EULAs). Ini jadi kesepakatan umum dan sering kita jumpai saat membeli atau memakai perlengkapan elektronik (TV, smartphone, atau laptop).

Tapi wacana tersebut juga dinilai jauh dari ideal. Lantaran sebuah survei yang dilakukan menunjukkan kalau lebih dari 90% orang tak pernah membaca end-user licence agreements tersebut.

Mobil otonom yang sepenuhnya bisa mengemudi sendiri masih dalam tahap pengembangan saat ini. Sampai beberapa tahun ke depan, penggunaan secara komersil dan bebas diyakini belum akan terjadi.

Sampai saat itu tiba, bagaimana ketentuan hukum yang mengaturnya harus lebih dulu dituntaskan. Demikian dikutip dari halifaxtoday.



Simak Video "Mobil Tanpa Sopir Versi Toyota"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)