Mobil Listrik Bisa DP 0%, tapi Kalau Harga Rp 500 Juta Lebih Memang Warga +62 Mampu Beli?

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 05 Okt 2020 15:59 WIB
Pemprov DKI Jakarta menggelar konvoi mobil listrik dari Gelora Bung Karno ke Monas, Jumat (20/9/2019). Konvoi dipimpin oleh GUbernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Harga mobil listrik saat ini belum terjangkau kantong masyarakat Indonesia Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Beli mobil listrik kini bisa dicicil tanpa menggunakan uang muka atau down payment (DP). Gayung bersambut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merespon positif kebijakan tersebut namun harga mobil listrik di Indonesia saat ini belum menjangkau kantong mayoritas masyarakat Indonesia.

"Satu hal yang sangat positif dengan uang muka nol persen, khususnya mobil listrik ini. Ini juga sangat membantu tentunya. Ibaratnya tanpa memiliki uang sudah bisa membeli dan mencicil nantinya," ujar Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (05/10/2020).

Namun agar mobil listrik bisa dijuluki kendaraan sejuta umat, Jongkie menekankan harga mobil listrik yang dijual di Indonesia saat ini tidaklah murah. Pemerintah perlu mempertimbangkan hal ini jika hendak mendorong penggunaan mobil listrik di Tanah Air.

"Kita perlu ingat, pada saat ini dengan income per kapita USD 3.600, daya beli masyarakat kita ini ada pada kendaraan bermotor dengan harga Rp 250 juta ke bawah. Itulah yang paling besar di Indonesia pada saat ini," tutur Jongkie.

Gaikindo juga memetakan jika mayoritas 80%-90% masyarakat Indonesia yang menjadi konsumen kendaraan bermotor roda empat hanya membeli kendaraan mobil dengan harga Rp 300 juta ke bawah.

"Dari 1,1 juta unit kendaraan yang dijual di Indonesia pada saat normal itu kurang lebih hampir 600 ribu bahkan lebih adalah kendaraan dengan harga jual di bawah Rp 250 juta," imbuh Jongkie.

Model Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) atau mobil listrik di Indonesia saat ini masih terbatas. Harganya pun dibanderol Rp 500 jutaan ke atas, misal Hyundai Ioniq, BMW i3s dan Tesla (importir umum).

Jongki mengatakan perpindahan penggunaan mobil listrik cukup membutuhkan waktu. Harga pun demikian, mobil listrik akan lebih murah jika mampu dirakit secara lokal, dan juga memiliki industri baterai.

"Tetapi saya kembali mengatakan, perlu dicatat bahwa mobil listrik ini harganya tidak murah, itu satu. Kedua, harganya ini memang lebih mahal daripada mobil konvensional karena dari segi bahan bakunya."

"Mudah-mudahan nanti dengan bahan baku yang banyak katanya di Indonesia, dan akan dikembangkan terus sampai mengarah kepada industri pabrik baterai lithiumnya yang dapat digunakan kendaraan bermotor, maka kami berharap tentunya dengan begitu harga mobil listrik bisa turun," jelasnya.



Simak Video "Keren! Itenas Bandung Ciptakan Mobil Militer Tenaga Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)