Rabu, 14 Agu 2019 08:26 WIB

RI Masih Belum Sanggup Bikin Komponen Mobil Listrik Ini

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi pengecasan mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho Ilustrasi pengecasan mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Indonesia belum bisa maksimal dalam memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Masih ada komponen mobil listrik yang belum mampu dibuat Indonesia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bahkan menyebut tahun 2023, TKDN mobil listrik di Indonesia baru sekitar 35 persen.

"Ban, kaca, body, chassis nah itu semua lokal. Komponen yang diimpor itu baterai, powertrain dan motor listriknya, ketiganya yang belum biasa dibikin disini," ungkap Airlangga di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2019).


Lebih lanjut salah satu komponen kunci untuk menyukseskan percepatan mobil listrik di Indonesia adalah ketersediaan baterai. Airlangga berharap pelaku industri otomotif dapat membuat baterai listrik di Tanah Air, sebab bahan baku baterainya sudah tersedia.

"Nantinya baterai harus dibikin didalam negeri, kenapa? Karena baterai itu berat, gotong-gotong baterai itu berat dan ongkosnya tinggi, jadi seluruh industri mobil listrik, baterai itu harus dibuat di lokal," ujar Airlangga.

Adapun TKDN yang dimaksud sudah diatur melalui Perpres kendaraan listrik yang baru ditandatangani Presiden Jokowi.

"Ini tentunya menjadi peluang baru bagi industri komponen dalam negeri untuk memulai R&D komponen pendukung kendaraan bermotor listrik," kata Airlangga.


Airlangga mengatakan produksi baterai dan mobil listrik dalam negeri harus jalan beriringan. Namun ia enggan untuk menyebut investor mana yang sedang melakukan negosiasi.

"Kita maunya bareng, kalau ada baterai harus ada mobil, begitu sebaliknya," ujar Airlangga.

Simak Video "Mobil Dinas Presiden Bisa Pakai Mobil Listrik?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed