Sabtu, 25 Mei 2019 11:10 WIB

Donald Trump: Mobil Impor Ancam Keamanan Nasional AS

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Donald Trump Foto: Getty Images/AFP Donald Trump Foto: Getty Images/AFP
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyentil pabrikan mobil asing yang melakukan impor. Dia mendeklarasikan kalau mobil impor dan suku cadangnya mengancam keamanan nasional AS. Sebuah pernyataan baru Trump yang bisa membuat perang dagang dengan negara-negara produsen mobil.

Meski demikian, seperti dilansir Reuters, Trump belum memutuskan apakah dia akan menerapkan tarif yang lebih besar untuk mobil-mobil asing. Dia menunda keputusan soal itu setidaknya sampai 6 bulan ke depan. Dia menugaskan Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk berbicara dengan Eropa, Jepang dan negara lain.



Dalam pernyataan yang dirilis beberapa waktu lalu, Trump setuju dengan penilaian Departemen Perdagangan yang menyatakan jika mobil dan truk impor melemahkan ekonomi internal Amerika dan mengancam keamanan nasional. Namun dia tidak menyebutkan secara spesifik kendaraan mana atau suku cadang mana yang dimaksud.
Pernyataan Trump ini langsung disikapi pabrikan di sana. Jika Trump akan menerapkan tarif yang lebih besar maka akan menyebabkan PHK atau pemutusan hubungan kerja.

Dampak lainnya adalah harga mobil yang bakal lebih mahal dan mengancam investasi produsen di masa depan termasuk soal mobil otonom atau mobil tanpa sopir. Asosiasi produsen mobil Jerman dan Asia seperti Daimler AG, Volkswagen AG, Honda Motor Co dan Nissan Motor Co, mengatakan impor mobil tidak mengancam keamanan nasional Amerika. Mereka malah menilai pernyataan Trump itu hal yang absurd.

"Sudah jelas kok, mobil impor dan suku cadang impor bukan ancaman terhadap keamanan nasional," ujar Presiden American International Automobile Dealers Association Cody Lusk.



"Menggunakan klaim seperti ini sebagai justifikasi untuk menerapkan perjanjian perdagangan hanya akan membawa ketidakpastian pada seluruh industri mobil Amerika," jelasnya.

Asosiasi menyebutkan sejak 2017, pabrikan sudah berinvestasi di Amerika sebesar USD 22,8 miliar untuk membangun pabrik dan fasilitas lainnya di Amerika. "Namun peningkatan tarif akan merusak kemajuan ekonomi. Anda bisa mendapatkan tarif atau investasi, tapi anda tidak bisa mendapatkan keduanya," ujarnya.
(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed