Jumat, 03 Mei 2019 17:56 WIB

Kemenristekdikti Tatap Mobil Listrik

Matius Alfons - detikOto
Ilustrasi mobil listrik Foto: Pool (carscoops) Ilustrasi mobil listrik Foto: Pool (carscoops)
Jakarta - Dunia saat ini tengah ngebut mempersiapkan lahirnya kendaraan listrik. Jadi wajar jika Indonesia tidak ingin ketinggalan untuk bisa melahirkan kendaraan listrik. Kini Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) terus menatap mobil listrik bisa hadir di Indonesia.

Seperti yang disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir. Namun Nasir akui, lahirnya mobil listrik di Indonesia agak tertunda. Meski demikian Kemenristekdikti yakin Indonesia akan memiliki mobil listrik.



"Tahun kemarin sudah gandeng 6 kampus perguruan tinggi untuk mobil listrik, nah saat ini progresnya sudah sampai mana? Ini agak ngadat (tertunda-Red), bukan macet tapi ngadat. Gesits sudah produksi, sekarang mobil listrik adalah yang tahapan kami, bagaimana mempercepat proses mobil listrik ini bisa diproduksi di Indonesia," ujar Menristekdikti, Muhamad Nasir, di Gedung D Kemenristekdikti, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Apakah melakukan reverse engineringnya, tapi yang selama ini sudah dilakukan riset dan sudah diuji coba mobilnya (mobil listrik-Red), tapi bagi saya mobil tersebut masih high cost, masih memiliki biaya tinggi (produksi-Red)," tambah Nasir.



Dikesempatan yang sama, Muhammad Nasir juga mengatakan keunggulan mobil listrik, dibandingkan dengan mobil konvensional.

"Makanya saya selalu sampaikan pembandingnya, ada mobil dari Amerika yang pernah saya naiki sendiri. Bayangkan dia (mobil listrik-Red) bisa digunakan hingga jarak 450 km dengan kecepatan bisa 150 km/jam dan baterai-nya dia charge satu hari semalam itu hanya 5 sampai 6 jam. Artinya apa, mereka sudah luar biasa bisa digunakan 450 km, kalau itu digunakan taksi di Jakarta, udah sampai capek-lah itu," katanya. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com