Senin, 15 Apr 2019 17:44 WIB

Seperti HP, SPLU Mobil Listrik Juga Bisa Fast Charging

Robi Setiawan - detikOto
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU)/Foto: Robi Setiawan/detikcom Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU)/Foto: Robi Setiawan/detikcom
Jakarta - Perkembangan mobil listrik di Indonesia harus didukung dengan sarana dan prasarana pendukungnya. Diperlukan kerja sama banyak pihak untuk mendukung berkembangnya mobil listrik di Indonesia, salah satunya adalah PLN.

"Di sini PLN sebagai produsen dan provider terbesar untuk listrik, paling bertanggung jawab untuk hadirnya electric vehicle (EV). Kami sudah mulai sejak 3-4 tahun lalu, kami sudah punya Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU)," kata Manajer Pemasaran PT PLN Disjaya, Mayang dalam acara KKB BRI Green Evironment di Jakarta, Senin (15/4/2019).


Mayang mengakui persiapan pengembangan mobil listrik sudah dilakukan beberapa tahun ke belakang, namun karena satu dan lain hal konsep atau spesifikasi SPLU baru bisa cocok dengan mobil listrik yang sekarang mulai beredar di masyarakat baru-baru ini.

"Sekarang kita terus kembangkan teknologinya sehingga acceptable untuk EV. Sudah sekitar 1.600 SPLU hanya untuk di Jakarta saja," ujarnya.

Untuk mengetahui lokasi SPLU menurutnya caranya pun cukup mudah. Pengguna mobil listrik hanya perlu mencari di Google dengan kata kunci "electric vehicle" atau "SPLU". Dengan begitu akan ada beberapa pilihan SPLU terdekat dengan posisi saat mencari.

"Yang jadi menarik lagi sebenarnya karena charging station ini enggak perlu cari SPLU, karena setiap rumah adalah your own personal charging station," ungkapnya.

Mulai tahun ini menurutnya PLN Jakarta bahkan sudah mulai kerja sama dengan berbagai pihak untuk menerapkan SPLU di parkiran mall dan gedung perkantoran. Jenisnya yaitu SPLU fast charging.

"Kalau di rumah gunakan waktu 4-6 jam pengisian, kalau di fast charging station 2 jam saja. Nanti ada lagi teknologi yang dikembangkan namanya super fast charging station hanya 15 menit, cocoknya untuk di rest area," jelasnya.

Sementara itu, selain dari sisi menyediakan tempat pengisian atau SPLU, ekosistem kendaraan listrik juga dapat didukung dengan adanya skema pembelian mobil listrik. Bank

BRI pun akhirnya menjadi bank pertama di Indonesia yang menyediakan KKB khusus mobil listrik.


"Karena adanya tambahan kualifikasi pemenuhan daya listrik ini, pasti diperlukan support penunjang lainnya yang juga kemudian mengakibatkan harga lebih mahal dibandingkan kendaraan bermotor biasa," ujar Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani.

Menurutnya dengan adanya skema pembelian dengan KKB ini akan turut membantu mensosialisasikan penggunaan mobil listrik. Alasannya, masyarakat yang berminat memiliki tidak akan terbebani dengan harga mobil listrik yang lebih mahal, sebab adanya sistem kredit dari BRI. (ega/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed