Selasa, 12 Feb 2019 19:57 WIB

Ada Versi 1.5 L, Daihatsu Pastikan Xenia 1.3 L Masih Jadi Andalan

Ruly Kurniawan - detikOto
Daihatsu Xenia Foto: Ari Saputra Daihatsu Xenia Foto: Ari Saputra
Sibolga - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan bahwa Xenia bermesin 1.300 cc masih jadi andalan dan tidak akan disuntik mati walau versi mesin besarnya (1.500 cc) sudah dihadirkan. Nasibnya tidak akan sama seperti Xenia 1.0 L.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra ketika berbincang bersama beberapa wartawan saat test drive Grand New Xenia di Sibolga, Sumatera Utara.



"Dari dulu saya bilang, market Xenia bermesin 1.500 cc itu berbeda dengan kompetitor, Xpander. Fokusan kita tetap pada mesin 1.300cc," ujarnya.

"Sewaktu itu (Xenia 1.0 L) kan hilang karena ada Sigra. Supaya tidak timpang tindih, ya kita fokuskan Sigra ke sana. Ini bagian dari strategi produk," lanjut Amelia.

Lagipula, kata dia lagi, Xenia bermesin 1.500 cc hanya diproduksi 10 persen dari total produksi Grand New Xenia yang ditargetkan 3.000 unit sebulan.

"Awalnya kan 1.5 L itu kita perkenalkan untuk konsumen yang ingin naik kelas dari mesin 1.300 cc. Berdasarkan riset internal kita, beberapa pecinta Xenia ada yang ingin naik kelas dan mereka bingung mau ganti mobil apa. Oleh sebab itu kita hadirkan Xenia 1.5 ini," kata Amelia.

Pada kesempatan serupa, Regional Manager Sumatera PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Budhy Lau di Sibolga juga mengatakan di kawasannya, Xenia 1.5 L hanya dipersembahkan untuk loyalis Xenia.



"Di Sumatera sendiri, tidak terlalu besar 1.5 karena supply-nya kan tidak besar. Produksinya hanya 10 persen sedangkan 1.3 itu 90 persen. Karena Xenia bermesin 1.500 cc itu ya betul-betul yang loyalis Xenia. Senang modelnya, value for money-nya, yah pokoknya dia mau Xenia. Sedangkan ingin upgrade dengan mesin yang lebih tinggi," katanya.

"Dengan ada Xenia 1.5, pasti naik penjualannya dibanding tahun lalu. Karena kan dari yang tidak ada, menjadi ada dan otomatis akan terisi. Tapi saya tak bisa katakan prediksinya berapa persen untuk kenaikan itu sendiri," tutup Budhy. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed