Sabtu, 02 Feb 2019 15:58 WIB

Sebelum Mobil Listrik, Indonesia Sebaiknya Pakai Hybrid Dulu

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ruly Kurniawan Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Kendaraan listrik dinilai menjadi solusi tepat untuk menutupi kebutuhan transportasi di masa depan. Untuk mencapai pengurangan emisi bahan bakar kendaraan secara menyeluruh, kebiasaan menggunakan mobil listrik perlu dibiasakan secara bertahap.

Sebelum sepenuhnya menggunakan mobil bertenaga listrik, konsumen paling tidak perlu membiasakan diri menggunakan kendaraan hybrid terlebih dahulu. Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang Pakar Teknik Ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi di Jakarta.

Mitsubishi Outlander PHEVMitsubishi Outlander PHEV Foto: M Luthfi Andika

"Saat ini dengan kondisi infrastruktur yang ada PHEV (mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle) adalah yang paling realistis. Tapi kalau mau staging minimal hybrid yang sudah masuk Indonesia pada 2009 tapi masih mahal," ujar Agus.



Masyarakat Indonesia yang didominasi konsumen mobil menengah ke bawah dirasa masih keberatan untuk langsung berganti ke mobil hybrid yang harganya masih jauh lebih mahal dibanding mobil konvensional. Harga yang mahal ini disebabkan oleh banyaknya pajak dan mobil berteknologi mutakhir tersebut disematkan pada mobil mewah seperti sedan.

Toyota Prius PHEVToyota Prius PHEV Foto: Ruly Kurniawan


"Hybrid itu belum ada insentifnya, jadi kalau beli hybrid itu minimal 1,5 kali lebih mahal dari mobil biasa. Pajaknya banyak, Pajak BBN, pajak kendaraan listrik, tambah luxury tax ini kan tidak wajar. Kalau di Thailand saja pajak itu dihitung dari emisi," tukas Agus.


Honda Clarity PHEVHonda Clarity PHEV Foto: Andi Sururi




Agus mengusulkan mobil hybrid harus diproduksi dalam segmen menengah ke bawah agar lebih menarik konsumen untuk beralih ke mobil bertenaga listrik. "Kami usulkan kelas medium low. Seperti pernah masuk Ertiga Hybrid saja sudah irit. Di luar negeri kan juga begitu nggak langsung ke listrik tapi mulai dari hybrid dulu," pungkas Agus. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed