Selasa, 22 Jan 2019 17:23 WIB

Jualan Tak Tembus 1.000 Unit Sejak 2002, Renault Betah di RI

Dina Rayanti - detikOto
Bengkel Renault di Surabaya. Foto: Rois Jajeli Bengkel Renault di Surabaya. Foto: Rois Jajeli
Jakarta - Merek Eropa Renault sudah hadir sejak tahun 2002. Hal itu terlihat dari data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan Renault sudah tercatat mulai tahun 2002.

Dari tahun ke tahun, penjualan Renault tak cemerlang. Renault yang notabene merek Eropa harus mendobrak dominasi mobil-mobil Jepang. Tahun 2002, Renault harus menghadapi Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, Isuzu, Honda, Hyundai, Kia, Nissan, Peugeot, Chevrolet, dan sederet merek lainnya.


Pada tahun pertamanya itu Renault membukukan penjualan sebanyak 202 unit. Sedangkan Toyota yang menduduki tahta mobil terlaris kala itu mampu menjual 84.297 unit mobilnya di Tanah Air.

Setahun setelahnya Renault hanya berhasil menaikkan penjualannya sedikit. Tahun 2003, penjualan Renault hanya mencapai 209 unit saja. Kembali membandingkan dengan merek Jepang Toyota malah tembus 100 ribu unit untuk pertama kalinya.

Tahun 2004, bukannya naik penjualan Renault kembali menyusut. Dari 209 unit, tahun 2004 Renault melepas 139 unit dari keseluruhan modelnya. Semakin ke sini merek asal Prancis itu penjualannya tak kunjung moncer. Mobil-mobil Renault belum berhasil meluluhkan hati masyarakat Indonesia untuk membelinya.

Tiga tahun berturut-turut (2005-2009) Renault masing-masing menjual 49 unit, 19 unit, 8 unit. 4 unit, dan 0 unit. Kemudian tahun 2013, Renault mulai menujukkan titik cerah. Tahun 2012 tampak berpuasa berjualan, 2013 Renault menjual 37 unit mobilnya. Sejak saat itu penjualan Renault mulai mengalami perbaikan.


Hingga akhirnya pada 2017, Renault mencatatkan rekor. Penjualannya tembus 511 unit. Terbanyak dalam sejarah Renault hadir di Indonesia.

Kebanyakan, para produsen yang tak sanggup mempertahankan angka penjualan memilih untuk hengkang dari Indonesia. Tapi tidak dengan Renault. Walaupun penjualan tak cemerlang, Renault memilih untuk bertahan di Indonesia.

Renault pun kini berpindah tangan, tak lagi berada dipegang Indomobil Group melainkan Maxindo Nusantara Group. Kepindahan ini diharapkan bisa kembali menggairahkan jualan Renault di Indonesia. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com