Kamis, 06 Des 2018 18:23 WIB

Bus Jerman Rakitan Bogor Ini Diklaim Paling Cocok untuk Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Bus baru Daimler Mercedes-Benz. Foto: Rizki Pratama Bus baru Daimler Mercedes-Benz. Foto: Rizki Pratama
Jakarta - Memenuhi permintaan pasar dan menyesuaikan kecocokkan dengan jalan di Indonesia, perusahan mobil komersial Mercedes-Benz Daimler Vehicle Commercial Indonesia (DCVI) mendatangkan 2 unit bus terbaru mereka.

DCVI mengatakan bus baru mereka, Mercedes-Benz OF 1623 RF dan Mercedes-Benz O500RS 1836 merupakan hasil masukkan dari konsumen mereka di Indonesia.


"Kami meminta pasukan dari customer salah satunya IPOMI di seluruh Indonesia apa. Seyogyanya apa yang paling cocok untuk Indonesia saat ini. Kami selalu mendengar informasi atau usulan selagi itu bisa dilakukan,"ujar Head of Bus Daimler Commercial Vehicle Indonesia, Adri Budiman kepada detikOto usai peluncuran kedua bus tersebut di ICE, BSD, Tangerang Selatan (6/12/2018).

Kedua bus yang baru masuk Indonesia ini diproduksi di Brasil dan dirakit di pabrik perakitan DCVI di Wanaherang, Bogor.

"Secara produksi unit ini dirakit di Wanaherang, Unit ini didatangkan dari Brasil," tambah Adri.

Bus Jerman Rakitan Bogor Ini Diklaim Paling Cocok untuk IndonesiaFoto: Rizki Pratama


Adri mengungkapkan alasan menggunakan hasil produksi Brasil adalah adanya kesamaan iklim dan kondisi alam antara Brasil dan Indonesia sehingga sangat cocok untuk konsumen di tanah air.

"Negara tersebut secara alam mirip sekali dengan Indonesia makanya kami datangkan buatan dari sana," bebernya.


Perbedaan yang mencolok bus komersial Mercedes-Benz buatan Eropa dengan Brasil adalah penerapan Axle yang berbeda. Buatan Eropa saat ini menggunakan Beam independen axle yang lebih cocok untuk negara tersebut, sedangkan buatan Brasil menggunakan beam axle.

"Salah satu masukkan yang kami terima adalah axle depan. Salah satu market di sebuah daerah itu kurang cocok karena keadaan jalan yang rough belum ada aspal dan sebagainya. Secara teknis sangat baik dan sangat nyaman. Kalau gunakan axle independen secara teknis jika diaplikasikan ke jalan yang tidak cocok itu akan mengakibatkan keausan yang lebih cepat," terang Adri.



Tonton juga ' Saat Anies Pantau Ibu Kota dari Bangku Transjakarta ':

[Gambas:Video 20detik]

Bus Jerman Rakitan Bogor Ini Diklaim Paling Cocok untuk Indonesia
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed