Kamis, 25 Okt 2018 07:29 WIB

Mirip Pesawat, Bus Wisata di Indonesia Bakal Dipasangi Blackbox

Rizki Pratama - detikOto
Bus wisata kecelakaan. Foto: Sugeng Harianto Bus wisata kecelakaan. Foto: Sugeng Harianto
Jakarta - Kecelakaan angkutan umum darat seperti bus masih cukup sering terjadi di Indonesia. Berbagai upaya sudah dilakukan namun tidak serta merta mengurangi kecelakaan.

Penyebab kecelakaan pun terkadang sulit diketahui. Karena hal tersebut, tindakan pencegahan kecelakaan menjadi kurang maksimal. Ditambah lagi perilaku sopir yang tidak sering mengabaikan keselamatan penumpang dan dirinya sendiri turut menyumbang terjadinya kecelakaan.


Dalam upaya mengurangi angka kecelakaan angkutan umum darat di Tanah Air Direktur Angkutan dan Multimoda, Ahmad Yani berencana akan mewajibkan angkutan pariwisata untuk mendaftarkan pengemudinya ke dalam e-Logbook, wajib pakai GPS, dan IP harus terhubungang ke kementerian. Selain itu kendaraan juga harus ada Blackbox.

"Blackbox bisa tahu bagaimana kecepatan pengemudi, bagaimana pola mengendara meraka. Ini salah satu bagian dari safety, dan pada saat kejadian kecelakaan itu akan terlihat penyebabnya. Alatnya sudah siap bukan wacana lagi, kita perlu mengkaji spesifikasi yang kita butuhkan seperti apa," ungkap Ahmad Yani.


Lemahnya komitmen operator bus terhadap keselamatan mulai dari manajemen hingga awak armada menjadi hal yang masih dianggap sepele. Selain itu konsumen pun cenderung memilih angkutan dengan tarif termurah dan mengesampingkan keselamatan mereka.

"Hari ini Masyarakat kita masih jauh dari aware akan hak mereka selamat. Melalui Perusahaan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) ini salah satunya minta pada kementerian perhubungan untuk dorong masyarakat untuk tahu. Jangan Cuma sensitif dengan tarif," ujar Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan saat ditemui detikoto pada perayaan ulang tahun ke-2 PTWI di Tangerang (23/10/2018). (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed