Sabtu, 21 Jul 2018 18:06 WIB

BMW Indonesia Tak Masalah Kalau Tidak Setor Data ke Assosiasi

Ruly Kurniawan - detikOto
Logo BMW Foto: Rachman Haryanto Logo BMW Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengkritik pengumpulan data penjualan dan produksi kendaraan ke asosiasi. Menurut KPPU, hal ini rawan penyalahgunaan.

Produsen mobil premium asal Jerman, BMW Group Indonesia memberikan tanggapan. Mereka mengaku bahwa hal tersebut tak jadi masalah karena pihak pusat mempersilahkan untuk mengikuti seluruh regulasi di Indonesia.



"Kalau untuk BMW, karena memang arahan dari BMW Jerman adalah mengikuti peraturan yang ada di negara mana kami beroperasi karena setiap negara pasti berbeda regulasinya. Jadi kami akan menyesuaikan dan beradaptasi untuk mengikuti tuntutan yang ada," ucap Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania di Jakarta.

"Apapun peraturannya kami ikuti. Jika peraturannya tidak memberikan data akan kami ikuti," lanjutnya.

Namun sampai saat ini belum ada informasi atau wacana baru dari pihak asosiasi yakni Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maupun KPPU. "Sampai saat ini belum ada informasi terbaru. Tapi yang pasti kami akan memenuhi peraturan yang ada," tutup Jodie.

Sebagai informasi, BMW merupakan salah satu produsen mobil premium asal Jerman yang masih rutin menyetor data penjualan ke Gaikindo. Pesaing beratnya, Mercedes-Benz tak lagi mengikuti hal serupa terhitung awal 2018 kemarin.



Deputi Bidang Pencegahan KPPU Taufik Ahmad menyampaikan bahwa penyetoran data tersebut dalam konteks persaingan bisnis terdapat kerawanan atau celah penyalahgunaan data.

"Ketika perusahaan satu asosiasi atau kumpulan pelaku usaha bisa mengumpulkan data dan informasi dari masing-masing pelaku maka dikhawatirkan data-data itu bisa disalahgunakan untuk tujuan pengaturan pasar," kata Taufik. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed