Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 04 April 2018, 10:30 WIB

BMW Tak Produksi Mobil Listrik Secara Masif Sampai Tahun 2020

Ruly Kurniawan - detikOto
BMW Tak Produksi Mobil Listrik Secara Masif Sampai Tahun 2020 Mobil bertenaga listrik dari BMW sedan dicas. Foto: Agung Pambudhy
Munich - Meski akhir-akhir ini cukup intens memperkenalkan mobil rendah emisi (listrik maupun hibrida) dan memiliki pandangan jauh ke depan, produsen mobil premium asal Jerman, BMW mengatakan bahwa tidak akan memproduksi mobil listrik secara masif hingga setidaknya 2020. Hal tersebut dipaparkan oleh Chief Executive BMW, Harald Krüger.

Diberitakan Motor1, Harald beralasan bahwa merakit mobil listrik masih mahal dan teknologinya belum cukup oke. Sehingga mobil tanpa bahan bakar fosil seperti itu masih belum cukup menguntungkan bila diproduksi secara besar-besaran seperti mobil bensin maupun diesel. Akan tetapi, mobil listrik akan tetap dibangun oleh BMW dalam skala besar ketika teknologi drivetrain terbaru hadir dalam beberapa tahun ke depan.



"Kami ingin menunggu generasi kelima menjadi jauh lebih kompetitif. Kami tidak ingin meningkatkan skala generasi keempat (dalam hal mobil listrik)," kata Harald Krüger di laporan tersebut.

Dirinya memaparkan bahwa teknologi drivetrain listrik generasi BMW berikutnya akan jauh lebih murah daripada versi sekarang. Oleh karena itu, membatasi produksi mobil listrik terkininya dilakukan oleh pihak BMW.

"Jika Anda ingin memenangkan perlombaan, Anda harus menjadi pesaing yang paling kompetitif di segmen ini, jika tidak Anda tidak dapat meningkatkan volumenya," ujarnya.



BMW pertama kali memasuki arena kendaraan listrik dengan i3 pada tahun 2013, dan telah menyempurnakan dan meningkatkan teknologinya sejak saat itu. Roadster i8 yang akan datang dibangun di atas drivetrain listrik generasi keempat BMW, yang menawarkan peningkatan 40 persen dalam rentang versi sebelumnya berkat bahan baterai dan kimia yang terus meningkat.

Untuk generasi kelima versi listriknya nanti, BMW menginvestasikan lebih dari $ 100 juta guna membuka penelitian terkait sel baterai yang nantinya akan digunakan dalam drivetrain listrik generasi keenam.

Di Indonesia sendiri, BMW sudah memiliki dua diler mobil listriknya yakni di Serpong dan Jakarta. Di sana, terdapat stasiun charger yang dapat digunakan oleh pemilik mobil hibrida atau listrik BMW untuk mengisi daya kendaraannya.

(ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed