Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 31 Agustus 2017, 05:41 WIB

Sempat Putus Sekolah, Nurhayati Kini Paham Mesin Toyota

Ruly Kurniawan - detikOto
Sempat Putus Sekolah, Nurhayati Kini Paham Mesin Toyota Siswa TIA merayakan kelulusan (Foto: Ruly Kurniawan)
Karawang - Di beberapa negara, kaum hawa masih belum berminat untuk terjun dalam dunia otomotif. Di Indonesia, minat dalam bidang tersebut sepertinya belumlah luntur.

Terlihat dari di akademi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Toyota Indonesia, Toyota Indonesia Akademi (TIA) dimana jumlah siswinya meningkat. Toyota kemarin meluluskan 32 siswa-siswi dengan predikat Diploma 1 (D1) jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi.

Pada angkatan kedua, jumlah siswi wanita kini sebanyak 5 orang, angka itu bertambah jika dibandingkan angkatan 1 yang sebelumnya hanya diikuti oleh 2 siswi. Kemampuan kaum hawa ini ternyata tidak kalah dengan 27 siswa lainnya. Seperti Nurhayati, salah satu alumnus yang sangat handal dalam mata pelajaran Elemen Mesin 1.

NurhayatiNurhayati Foto: Ruly Kurniawan


"Tekadku sangat besar untuk menjadi bagian dari Toyota Indonesia kelak disamping kondisi keluargaku yang sangat sederhana," paparnya di Auditorium Hall Toyota Indonesia Akademi (TIA), Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/08/2017).

Sempat putus sekolah sementara selama 3 tahun setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), dirinya terus berupaya bangkit untuk menjadi teknisi yang handal. "Kondisiku yang kemarin tidak pernah memadamkan impianku, bahkan justru memacu semangat untuk terus maju," ujar Nurhayati.

Selama satu tahun masa pendidikan, dirinya mendapat pengakuan dari para pengajar menjadi salah seorang yang memiliki semangat belajar tinggi. Pada tugas akhirnya di TIA, ia melakukan praktik lapangan langsung di fasilitas perakitan pabrik TMMIN Karawang 1 yang memproduksi Kijang Innova dan Fortuner.

"Aku bertekad untuk mengubah nasib dan keluargaku dengan menjadi bagian dari Toyota Indonesia," ujarnya.

Siswa angkatan kedua TIA harus menempuh perjalanan panjang hingga ke titik kelulusan. Perjalanan diawali dengan penyaringan ketat 500 kandidat dari seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pelosok Indonesia, terutama wilayah Karawang dimana fasilitas TMMIN (Toyota Indonesia Motor Manufacturing) banyak berada.

Setelah melalui seleksi akademis dan wawancara, 32 siswa yang terdiri atas 27 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan yang berasal dari 16 kota di 9 provinsi kemudian berhak menempuh pendidikan dengan sistem sekolah asrama tanpa dipungut biaya pendidikan. Serupa dengan angkatan pertama, siswa TIA angkatan kedua juga memperoleh fasilitas belajar dan hidup tanpa dipungut biaya.

(ddn/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed