Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 25 Agustus 2017, 11:52 WIB

Soal Peluang Ekspor Sedan Setelah PPnBM Turun, Ini Kata Toyota

Ruly Kurniawan - detikOto
Soal Peluang Ekspor Sedan Setelah PPnBM Turun, Ini Kata Toyota Ekspor mobil Toyota Fortuner, Yaris, Vios (Foto: Dok. Toyota)
Tangerang - Demi merangsang pasar sedan, pemerintah tengah mengkaji penurunan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sehingga sedan dalam negeri dapat bertumbuh lagi. Beban pajak yang semula 30 persen akan diturunkan menjadi 10 persen untuk sedan dengan mesin di bawah 1.500 cc.

Dinilai sebagai salah satu kendaraan yang paling diminati pasar global selain SUV, penurunan pajak tersebut diharapkan dapat meningkatkan peforma ekspor Indonesia. Namun untuk meningkatkan ekspor mobil sedan, menurut Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, masih banyak tahap yang harus dilalui terlebih dahulu.

"Dilihat dari sejarahnya, di Indonesia yang paling berkembang memang MPV. Sehingga pemerintah memberikan insentif buat mobil tersebut karena pasarnya besar. Kalau sedan nanti mau diturunkan pajaknya, saya rasa sepanjang kebijakan itu membuka pasar lebih besar dan sehat ya oke saja. Tapi kita lihat dulu, kita punya free trade ke negara tujuan (ekspor) atau tidak," ucap Bob.

Menurutnya, kerja sama antara lembaga pemerintahan terhadap pelaku industri harus lebih keras lagi agar ekspor dapat bertumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Karena tidak hanya permasalahan Free Trade Agreement (FTA), daya saing produk dalam negeri juga harus dibangun.

"Selain memikirkan tujuan negara ekspor kita mau ke mana, kita juga harus punya daya saing yang bagus. Struktur kedalaman dari industrinya harus kuat, supply chain-nya juga, sehingga ekspor kita akan meningkat nantinya," papar Bob.

"Satu lagi, bagaimana (kendaraan) yang kita buat di dalam negeri itu sama dengan standar global," tambahnya. Menurutnya, TMMIN akan terus berupaya meningatkan daya saing produksi dan mencari peluang untuk melebarkan peforma ekspornya.

Dalam rapor semester pertamanya, TMMIN mencatat telah mengekspor kendaraan sebanyak 99.000 unit mobil untuk (CBU/ekspor mobil dalam bentuk utuh) ke lebih dari 80 negara. "Paling laris diekspor itu kemarin Fortuner, Vios juga masih bagus, dan Innova. Sedangkan untuk negara tujuan, paling besar kita ekspor ke Filipina," ujar Bob. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +