Jumat, 24 Jul 2015 16:27 WIB

Agar Performa Maksimal, Mobil Suzuki Disarankan Tetap Pakai RON 92

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jakarta - Pertamina kini memiliki varian bahan bakar baru yaitu Pertalite dengan kadar oktan 90. Namun, agar performa mobil maksimal, pemilik mobil Suzuki disarankan tetap menggunakan bahan bakar dengan research octane number (RON) 92 sekelas Pertamax.

Memang, Suzuki selalu menyarankan konsumennya untuk menggunakan BBM RON 92. Namun, menurut Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Riecky Patrayudha, faktanya konsumen Suzuki masih banyak yang menggunakan bahan bakar di bawah RON 92.

Pengguna mobil Suzuki yang memakai bahan bakar di bawah RON 92 pun bisa saja menggunakan Pertalite. Hanya, performa mobil kemungkinan tidak bisa maksimal.

"Kita belum tahu pasti apakah cocok atau tidak untuk mobil Suzuki. Karena kita belum tes. Tapi rekomendasi kita harus RON 92, dalam artian kondisi yang terbaik minimum itu pakai 92," jelas Riecky saat dihubungi detikOto, Jumat (24/7/2015).

Riecky mengatakan, untuk jangka pendek penggunaan bahan bakar di bawah RON 92 tidak akan berpengaruh besar. Hanya, performa mobil akan menurun.

"Kalau dibilang rusak enggak akan rusak juga ya. Tapi performanya turun. Kayak misalnya Swift, punya tenaga 96 hp dari mesin M15 yang lama. Kalau kita pakai RON 92, 96 hp itu keluar semua. Peak hpnya disitu. Kalau pakai premium turun jadi 90-91 hp," kata Riecky.

Untuk penggunaan Pertalite, meski belum diuji oleh pihak SIS, Riecky yakin bahan bakar jenis baru itu masih bisa digunakan untuk mobil Suzuki. Namun, soal performa maksimalnya masih belum bisa diungkapkan karena belum diuji.

"Nanti kira-kira Agustus lah kita akan uji. Kalau secara spek sih di atas kertas kami yakin bisa karena disarankan pakai RON 92 pun konsumen kita banyak yang pakai RON 88, pengaruhnya loss tenaganya aja. Cuma kalau loss tenaga akhirnya bensin akan lebih boros," beber Riecky.

"Jadi disarankan semua mobil Suzuki pakai bahan bakar yang sesuai manualnya aja, pakai RON 92," tambahnya.

Sebab, untuk jangka panjang, mesin yang menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai anjuran akan menimbulkan masalah. "Secara short term tidak ada pengaruh. Cuma kalau sudah di angka 100.000-150.000 km baru berasa, pasti mesin ada masalah kerak," kata Riecky.




(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
dMentor
×
Ide Bisnis Snack Ala Filsa Budi Ambia
Ide Bisnis Snack Ala Filsa Budi Ambia Selengkapnya