ADVERTISEMENT
Selasa, 30 Jun 2015 14:47 WIB

Dapat Animo Luar Biasa, Nissan Indonesia Bakal Gelar GT Academy Tiap Tahun

Arif Arianto - detikOto
Sentul, Bogor - Kompetisi Gran Turismo (GT) Academy baru pertama kali digelar di Indonesia namun telah diikuti 15.000 lebih peserta dan menghasilkan 20 orang finalis. Melihat antusiasme yang begitu besar Nissan Indonesia berniat menggelar hajatan ini setiap tahun.

"Terus terang, ini kan baru pertama kali. Namun melihat sambutan yang luar biasa, kami ingin menggelarnya setiap tahun mulai tahun ini," tutur GM Perencanaan Produk dan Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/6/2015).

Bahkan, kata Budi, penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang juga tak hanya dikosentrasikan di Jakarta dan Surabaya.

"Karena para gamers dan pecinta hobi balap itu tak hanya di Jakarta atau Surabaya saja, tetapi juga di kota-kota lain. Meski harus diakui, sampai saat ini yang terbanyak tetap masih di Jakarta," paparnya.

Penyelenggaraan yang digelar saban tahun, menurut Budi akan memiliki dampak yang sangat positif bagi masyarakat. Soalnya, GT Academy merupakan peluang bagi mereka untuk mewujudkan mimpi menjadi pebalap sejati bukan sekadar pebalap di dunia virtual.

"Karena pemenang dari GT Academy ini akan dipilih enam orang untuk kemudian dikirim ke Inggris dan dikarantina selama tiga bulan," ujarnya.

Sepanjang masa karatina itu, mereka akan mendapatkan materi teori dan praktik sebagai pebalap profesional berikut lisensinya. Setelah menjalani pelatihan yang diberikan oleh beberapa mantan pebalap Formula Satu itu, mereka akan diadu di tingkat regional Asia yang terdiri dari Indonesia, Filipina, Jepang, Thailand, dan India.

"Dari sini akan diambil empat pebalap terbaik, yang bakal menjadi pebalap Nissan," imbuh Budi.

Rencana ini Nissan Indonesia itu mendapatkan sambutan positif dari para finalis GT Academy.

"Ini bakal memberikan dampak sangat positif bagi masyarakat khususnya yang bercita-cita menjadi pebalap. Dan ini jumlahnya sangat banyak di Indonesia," tutur Raira Bhaskara, 18 tahun, finalis asal Bekasi, Jawa Barat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Teuku Nofil, 41 tahun, finalis asal Jakarta. "Tapi, tentunya harus ada perbaikan-perbaikan baik fari teknis hardware, software, maupun wilayah penjatingannya, tidak hanya di Jakarta saja," ucapnya.

Harapan Nofil ditanggapi positif Budi Nur Mukmin. Menurutnya, perbaikan akan terus dilakukan dengan mengacu pada hasil evaluasi penyelenggaraan-penyelenggaraan yang telah dilakukan. "Intinya, komitmen kami ingin menggelar akademi ini setiap tahun dan semakin bagus," imbuhnya.

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com