ADVERTISEMENT
Selasa, 30 Jun 2015 13:41 WIB

Nissan GT Academy

Finalis GT Academy dari Pelajar Hingga Tenaga Pemasaran

Arif Arianto - detikOto
Sentul - Gelaran Gran Turismo (GT) Academy 2015 yang digelar Indonesia yang digelar sejak 28 April lalu kini telah masuk ke babak final dan diikuti 20 orang finalis. Para finalis yang berasal dari 19 orang berasal dari Jabodetabek dan 1 orang dari Yogyakarta itu berasal dari latar belakang yang beragam mulai dari pelajar hingga tenaga pemasaran produk sebuah perusahaan peralatan rumah tangga.

"Kalau saya baru saja lulus sekolah llanjutan atas. Saya masih calon mahasiswa. Banyak juga yang masih mahasiswa, wiraswasta atau sudah bekerja di perusahaan,"" tutur Pradana Yogatama, 18 tahun, salah seorang finalis asal Bekasi, Jawa Barat saat ditemui di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/6/2015).

Menurutnya, jika banyak finalis yang berusia 18 tahun atau lebih itu dikarenakan ketentuan dari penyelenggara yang memang menghendaki demikian. Meski begitu, kata dia, sebenarnya banyak juga orang yang berusia di bawah 18 tahun yang tertarik mengikuti kompetisi tersebut.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
"Tetapi, penyelenggara kan mempunyai alasan tertentu menetapkan persyaratan itu," ucapnya.

Ungkapan senada disampaikan Raira Bhaskara, 18 tahun yang berasal dari Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.

Pemuda yang baru lulus SMA ini menyebut, dengan membuka kesempatan bagi peserta yang berasal dari berbagai latar belakang penyelenggara justru bersikap fair dan berkesempatan mendapatkan calon-calon pembalap andal yang diinginkan secara luas.

"Sebab yang namanya pebalap itu kan skill balapan dan pengetahuan tentang bidang itu, dan tak terkait dengan profesi atau latar belakang pekerjaan. Sementara, tidak sedikit orang yang punya potensi tersebar di berbagai bidang pekerjaan atau latar belakang," ucapnya.

Finalis lainnya, Dwinanto Sukmono, 35 tahun, mengamini pendapat dua rekannya tersebut. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu saat ini tercatat sebagai seorang tenaga pemasar an bahan-bahan produk peralatan rumah tangga di sebuah perusahaan yang berkantor di Jakarta. Dia menyebut sudah belasan tahun menjadi racer gamer online.

"Saya sih menhetahui GT Academy sudah lama juga. Dan saya bersyukur bisa mengikuti akademi ini dan berkompetisi melalui jalur game online dan masuk ke babak final. Tapi yang membuat saya bersyukur, penyelenggara tidak memberikan batasan usia maksimal," tuturnya.

Sementara itu, GM Perencanaan Produk dan Pemasaran PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin mengatakan, pihaknya hanya memberikan batasan usia minmal 18 tahun dan memiliki SIM A, serta tidak menetapkan batasan usia.

"Mengapa harus 18 tahun? Karena kami ingin memberikan contoh yang baik, bahwa untuk mengemudikan mobil harus memiliki atau lulus persyaratan kemampuan menyetir yang diakui oleh pihak berwenang, yakni memiliki SIM A," ucapnya.

Selain itu, usia tersebut juga dinilai sudah cukup matang secara psikologis untuk mengemudikan mobil, meski kenyataannya tidak sedikit pemuda dibawah 18 tahun yang sudah memiliki pengalaman menyetir.

"Tapi kita ingin, berpatokan pada ketentuan hukum yang ada. Memberikan contoh yang patuh ketentuan hukum," paparnya.

Adapun untuk profesi, kata Budi, pihaknya tak memberikan batasan apapun. Hal itu bukan semata-mata karena faktor hak azasi, tetapi penyelenggara juga menyadari, potensi menjadi pebalap bisa dimiliki siapa saja tanpa mengenal latar belakang profesi.

"Kalau kita lihat di sini latar belakang mereka ada yang pelajar, mahasiswa, pedagang, wiraswata, orang yang belum bekerja, tenaga pemasar dan lain-lain," kata dia.

Meski mereka berbeda latar belakang, namun hobi dan cita-cita mereka sama yakni game racing dan ingin menjadi pebalap profesional.

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com