Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Jumat 24 April 2015, 14:20 WIB

Garansindo : Pemerintah Malu-malu Kucing Mendukung Esemka

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Garansindo : Pemerintah Malu-malu Kucing Mendukung Esemka
Jakarta - PT Garansindo Inter Global , agen pemegang merek Jeep, Chrysler, dan Fiat, di Indonesia mengaku mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di PT Esemka dalam rangka penggarapan mobil nasional. Hal itu terkait dengan sikap pemerintah yang terkesan tak tegas di saat banyak pihak yang ingin memperebutkan Esemka.

"Kami mengambil sikap mundur dari Esemka dan memberi kesempatan kepada pihak Adiperkasa (PT Adiperkasa Citra Lestari, yang didirikan AM Hendropriyono) untuk investasi di Esemka," tutur Chief Executive Officer Garansindo, Muhammad Al Abdullah, usai acara Otomotif Award di Jakarta, Kamis (23/4/2015) malam.

Pria yang akrab disapa Memet itu juga mempertanyakan sikap pemerintah yang beberapa waktu lalu memberikan pernyataan tentang hasil rapat Presiden Joko Widodo dengan menteri terkait plus pihak Esemka. Dikatakan, saat membahas perkembangan mobil nasional Esemka, disebutkan Esemka membutuhkan dana awal sebesar Rp 100 miliar untuk pengembangan mobil itu.

Garansindo pun, kata Memet, berminat meminang Esemka dan siap menggelontorkan investasi senilai Rp 100 miliar. Namun, ternyata, perusahaan yang didirikan mantan Kepala Badan Intelejen Negara, AM Hendropriyono juga memiliki minat yang sama.

Sebelumnya, pada 6 Februari lalu, PT Adiperkasa juga meneken nota kesepahaman (MoU) dengan pabrikan asal Malaysia, Proton Holdings Bhd. Dan penandatanganan itu juga disaksikan secara langsung oleh Presiden Jokowi.

Setelah sinyal proyek Mobnas akan digarap, banyak pihak yang ingin meminang Esemka. Salah satunya PT Adiperkasa.

Memet awalnya mengharapkan, pihak pemerintah bisa lebih tegas soal perebutan Esemka ini. Namun nyatanya, pemerintah tidak mengambil keputusan apapun.
"Jadi terkesan pemerintah mau bantu Esemka tapi malu-malu kucing," tambah Memet.

Dengan memberikan kesempatan kepada pihak PT ACL, Memet berharap mereka memiliki visi yang sama untuk memajukan kendaraan nasional. Sebab, kata Memet, hanya Indonesia yang tidak memiliki kendaraan nasional.

Memet juga mengatakan, jika Indonesia negara tidak memiliki kendaraan sendiri, itu merupakan suatu aib negara. Apalagi Indonesia memiliki pasar otomotif yang cukup besar.

"Aib kalau enggak punya kendaraan nasional sendiri," ujarnya.

(rgr/arf)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed