ADVERTISEMENT
Rabu, 18 Mar 2015 16:40 WIB

Aston Martin Bidik Ibu-Ibu Tukang Arisan

- detikOto
Jakarta -

Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Aston Martin, di ajang Geneva Motor Show 2015 lalu telah woro-woro bakal serius menggarap segmen wanita sebagai bagian dari strategi penjualan di masa mendatang.

Salah satu caranya menghadirkan model yang cocok bagi mereka. Di Geneva Motor Sho pabrikan ini memang menyuguhkan beberapa konsep, antara lain Aston Martin DBX yang bisa dipakai untuk keluarga dan wanita.

Namun, Aston Martin Jakarta telah bergerak lebih dulu dengan menggarap segmen pasar perempuan melalui acara arisan ibu-ibu di sejumlah kota besar.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
"Ya, kami akan serius menggarap segmen wanita ini. Salah satunya lewat kegiatan arisan ibu-ibu," tutur CEO Aston Martin Jakarta, Joerg Kelling, saat ditemui di sela peluncuran beberapa model Aston Martin, di Jakarta, Rabu (18/3/2015).

Menurut Kelling, ada banyak model Aston Martin yang cocok sebagai tunggangan para wanita. Salah satunya sedan empat pintu Aston Martin Rapid S yang saat ini dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan mewah di kawasan Senayan, Jakarta.

"Mobil ini tidak hanya nyaman dan sarat dengan fitur canggih tetapi juga memiliki aura elegan yang tentunya sangat pantas bagi para perempuan," ucapnya.

Soal kegiatan arisan yang disasar sebagai ajang pemasaran, Kelling berpendapat, karena kegiatan itu menjadi wahana bertukar pikiran dan pergaulan para kaum Hawa. Mereka tak sekadar arisan tetapi juga berdiskusi tentang berbagai hal.

Sementara, fakta yang juga tak bisa dibantah, tak sedikit keputusan dalam proses pembelian mobil di sebuah keluarga juga dipengaruhi oleh para perempuan.

"Apalagi saat ini banyak para wanita yang mandiri secara finansial. Mereka juga gemar bertemu dan mengadakan kegiatan arisan" kata Kelling.

Strategi seperti itu dinilai positif oleh Regional Director Aston Martin Asia Pacific, Patrik Nelsson.

"Ya. Bisa saja, karena dalam sebuah pemasaran kita juga harus melihat karakter dan budaya lokal. Sejauh itu tak bertabrakan dengan aturan kenapa tidak," paparnya.

Terlebih, lanjut Nelsson, Indonesia juga memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan. Dengan kondisi perekanomian yang tumbuh di atas rata-rata di Asean, potensi daya beli konsumen Indonesia juga cukup tinggi.

"Apalagi wanita di Indonesia juga mempunyai selera yang tinggi, tidak terkecuali dalam urusan memilih mobil. Kita lihat saja, bagaimana dengan mobil-mobil merek mewah, banyak yang dikendarai wanita di sini," kata dia.

(arf/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com