ADVERTISEMENT
Selasa, 17 Mar 2015 19:30 WIB

Bridgestone: Dua Bulan Pertama 2015 Penjualan Melemah

- detikOto
Karawang - Bulan Januari dan Februari 2015 menjadi tantangan terbesar bagi pemain industri otomotif. Penjualan produk otomotif dua bulan pertama tahun kambing kayu ini melemah, tak terkecuali bagi pabrikan ban Bridgestone.

Sales and Marketing Director PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN), Yasuhiro Ukegawa mengatakan, penjualan dua bulan pertama 2015 ini kurang baik. Hal itu karena kecenderungan konsumen Indonesia.

"Dua bulan terakhir sales no good. Market very slow," kata Ukegawa di sela acara peluncuran ban Potenza Adrenalin RE003 di Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2015).

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
Ukegawa meyakini, melemahnya penjualan itu akibat dari otomotif Indonesia yang juga melemah. Sayangnya, Ukegawa masih tidak mau menyebut jumlah penjualan pada Januari dan Februari lalu.

"Saya rasa itu berpengaruh dari pasar otomotif Indonesia. Kami tidak ingin memberikan informasi mengenai jumlah penjualan," katanya.

Melemahnya penjualan itu memang sudah menjadi kecenderungan tiap tahun. Tiga bulan pertama penjualan melemah, dilanjutkan dengan bulan April, Mei, Juni yang sudah stabil.

"Saya rasa pasar bisa bangkit lagi April sampai Juni. Ketika masuk lebaran drop lagi. Jadi dari Desember tinggi, Januari, Februari, Maret drop, April, Mei, Juni normal. Tren konsumen indonesia seperti itu," ujarnya.

Untuk menggenjot penjualan, PT BSIN pun membagi dua porsi pasar domestik dan pasar ekspor. Pabrik Bridgestone di Karawan dan Bekasi, Jawa Barat menyediakan ban untuk pasar Indonesia dan beberapa negara tujuan ekspor.

"50 persen ekspor 50 persen domestik untuk seluruh produk. Tujuan ekspornya Australia, Jepang, Asean dan Timur Tengah," ujar Presiden Direktur PT BSIN, Yoshikazu Shida.

Untuk itu, pabrik ban kendaraan penumpang di Karawang memiliki kapasitas yang besar mencapai 28 ribu ban per hari. Sementara pabrik ban kendaraan niaga seperti truk dan bus di Bekasi mencapai 15 ribu ban per hari.

"Karawang untuk ban mobil penumpang kapasitasnya 28 ribu per hari. Bekasi truk dan bus 15 ribu per hari. Bukan berarti di Beksai kecil, karena itu segmented ke bus dan truk," kata Shida.

(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com