ADVERTISEMENT
Jumat, 27 Feb 2015 15:20 WIB

Pabrik GM Tutup

Selain Masalah Pabrik, Menperin Juga Pikirkan Soal Pegawai GM

- detikOto
Bekasi - Setelah pabrik Chevrolet Spin tutup, General Motors (GM) kembali akan memiliki pabrik baru di Indonesia. Namun kali ini, GM akan menggandeng pabrikan asal Tiongkok, SAIC-Wuling untuk memproduksi model Multi Purpose Vehicle (MPV) baru.

Namun, apakah pabrik GM-SAIC-Wuling itu akan menggunakan pegawai pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi?

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin mengaku sampai saat ini pihaknya belum mendapat kejelasan mengenai nasib tenaga kerja di pabrik GM Pondok Ungu itu. Untuk itu, pihaknya akan membahas hal tersebut saat berdiskusi dengan GM Indonesia.

"Tetap kami akan ngecek bagaimana dengan karyawannya. Apakah nanti akan dipindahkan ke pabrik yang baru," ujar Saleh kepada para wartawan usai prosesi pelepasan ekspor Suzuki Address di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Menurutnya, pabrik tersebut siap berdiri dalam waktu dekat. Setidaknya tahun 2016-2017 pabrik GM-Wuling sudah mulai memproduksi.

"Menurut informasi mereka akan secepatnya. Mereka akan mulai mungkin di 2016 2017. Lahan mereka sudah bebasin. Memang dalam membangun pabrik tentu membutuhkan waktu," ujarnya.

Namun, apakah Chevrolet Spin akan diproduksi di pabrik baru GM-SAIC-Wuling, Saleh mengatakan kemungkinan akan terpisah. Soalnya, pabrik GM-Wuling itu akan fokus ke model MPV hasil kerja sama dua pabrikan tersebut.

"Mungkin terpisah kali ya. Karena kami belum dapat laporan secara resmi. Tapi kami akan cek lagi," ungkapnya.

Akibat penutupan pabrik GM di Pondok Ungu, Bekasi per Juni mendatang, akan berdampak pada sekitar 500 orang karyawan.

Pabrik, yang seluruh sahamnya dimiliki oleh GM Indonesia, dibuka pada tahun 1995. Kemudian fasilitas ini diaktifkan kembali pada Mei 2013 setelah berhenti produksi pada tahun 2005.

"Kami memiliki karyawan yang sangat handal. Terbukti Chevrolet Spin telah mendapat pengakuan sebagai mobil berkualitas dari para pelanggan, kalangan industri dan General Motors," kata Tim Zimmerman, Presiden, GM Southeast Asia Operations.

"Kami dapat memahami bahwa keputusan ini akan mengecewakan seluruh karyawan yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi selama ini di Indonesia. Kami akan bekerja dengan seluruh pemangku kepentingan setempat yang ada termasuk Pemerintah Indonesia untuk membantu seluruh karyawan kami," ujarnya.

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com