ADVERTISEMENT
Rabu, 18 Feb 2015 10:18 WIB

Untung Rugi Beli Mobil Mewah Bekas Taksi

- detikOto
Jakarta - Orang biasanya menghindari membeli mobil bekas taksi. Soalnya, mobil bekas taksi dianggap memiliki kondisi yang tidak bisa diandalkan karena sudah menempuh jarak ratusan ribu kilometer.

Head of Public Relation Blue Bird Group Teguh Wijayanto mengatakan, pembelian mobil bekas taksi memiliki nilai plus dan minusnya.

Pertimbangannya, kata Teguh, konsumen bisa membeli mobil bekas taksi yang terawat dengan harga cukup bersaing.

googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/oto/parallax_detail', 'div-gpt-ad-1558277787290-0').addService(googletag.pubads());
"Ada plus minusnya. Ada perbedaannya. Lain sama mobil baru, ini kan mobil seken. Tapi kembali lagi ke kebutuhan konsumen itu sendiri. Misalnya dia punya angaran sekian, kalau dia mau beli baru tapi dia masih butuh sisa anggaran buat lain-lain, mereka pasti mending beli yang seken," katanya.

Blue Bird Group berani menjamin mobil bekas taksi yang dijualnya masih memiliki kondisi prima meski sudah berumur lima tahun dan telah menempuh jarak hingga 300.000-an km. Bahkan, mobil bekas taksi Blue Bird banyak yang digunakan lagi untuk armada taksi dari perusahaan di luar daerah.

"Kalau dianggap mobil kita mobil capek, tapi di luar daerah mobil Limo kita dipakai untuk kerja capek lagi. Kenapa perusahaan taksi luar daerah masih percaya pakai mobil kita buat dipakai kerja capek lagi, buat jadi taksi lagi," ungkap Tri saat ditemui detikOto di kantor pusat Blue Bird Mampang, Jakarta.

Artinya, perusahaan taksi di luar daerah sudah percaya dengan kondisi mobil bekas taksi Blue Bird. Hal utama yang menjadi alasan pemilihan mobil bekas taksi Blue Bird adalah dari segi perawatannya saat masih menjadi armada taksi.

"Mungkin kalau kami, kalau semua orang bilang mobil taksi capek tapi yang perlu dilihat sebenarnya siapa sih yang punya. Waktu itu operatornya siapa sih. Saya ngelihatnya secara pribadi lho ya bukan karena saya di Blue Bird. Karena ini menyangkut dengan perawatan dan lain-lain. Kalau selama operasional, kalau di Blue Bird sudah pakai sistem komputerisasi," klaim Tri.

Menurut Tri, part mobilnya yang masih menjadi armada taksi selalu diganti pada waktunya. Jika kondisinya sudah di bawah 60 persen, part tersebut harus diganti. Hal itu menjadi pembeda antara mobil bekas taksi dengan mobil bekas pribadi.

"Penggantian part. Mungkin kalau (mobil) pribadi kan partnya masih 60 persen sayang ah enggak usah diganti. Kita waktunya diganti ya ganti. Jadi pakai sistem komputerisasi itu tadi," ujar Tri.



(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com