Sabtu, 01 Nov 2014 07:00 WIB

Laporan dari Thailand

Thailand Tinggalkan Mobnas dan Beralih Jadi Pemasok Mobil Dunia

- detikOto
Bangkok - Dengan kapasitas produksi mencapai 2,8 juta unit mobil per tahun, hingga kini Thailand belum terkalahkan sebagai raja otomotif ASEAN. Sementara itu, kemampuan produksi dan pasar Indonesia hanya mencapai 1,4 juta unit per tahun.

Kiprah Thailand menjadi raja otomotif, tak muncul begitu saja. Mereka awalnya sempat berencana mengembangkan mobil nasional (mobnas), namun lebih memilih tak punya mobnas dan beralih menjadi basis produksi mobil dan komponen dunian, terbesar di ASEAN.

President of Thailand Automotive Institute Vichai Jirathiyut menceritakan soal awal 'kegalauan' Thailand untuk menggarap mobnas. Namun pilihan Thailand tidak salah, kini produsen otomotif yang sudah berkiprah 50 tahun ini menikmati hasilnya karena industri otomotif mereka penopang utama ekspor dan pertumbuhan ekonomi negaranya.

"Pemerintah yang sebelum-sebelumnya,setiap yang datang mereka juga memikirkan ide ada mobnas, tapi ada dua opsi soal mobnas atau menjadi produksi hub, untuk produksi mobil seluruh dunia," kata Vichai dalam kunjungan beberapa media nasional ke Thailand di Bangkok.

Ia mengatakan opsi terbaik adalah menjadi basis produksi dan komponen mobil di dunia atau sebagai hub produksi global, dengan mengandalkan ekspor. Sedangkan bila opsi pengembangan mobnas akan terbatas pada penetrasi pasar domestik saja yang terbatas pada 67 penduduk Thailand.

"Yang dilihat dalam pengalaman kami di industri otomotif 50 tahun sebagai produsen kalau, kita tak punya mobnas, kita gak akan bikin mobnas," katanya.

Ia mengatakan target berikutnya setelah menjadi hub produksi dan komponen otomotif global, Thailand membidik sebagai pusat penelitian dan pengembangan (RnD) global.

"Kami tak punya visa soal mobnas," katanya.

Meski hanya berpenduduk 67 juta jiwa, Negeri Gajah Putih Thailand bisa membuktikan sebagai pemaian utama produksi mobil di ASEAN,bahkan mengalahkan Indonesia yang pasarnya justru jauh lebih besar.

Produksi mobil di Thailand lebih besar 75% daripada di Indonesia, termasuk dalam hal volume ekspor. Dalam hal persentase ekspor mobil terhadap produksi, Thailand lebih unggul daripada Indonesia. Setiap tahun rata-rata 50% lebih produksi mobil yang dilakukan di Thailand di kirim ke pasar ekspor ke seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia justru kebalikannya, dari produksi yang lebih rendah daripada Thailand, produksi mobil di Indonesia yang bisa diekspor hanya berkisar 11-12% saja.

Berdasarkan data Gaikindo, pada 2011 dari total produksi mobil di Indonesia sebanyak 1,002 juta unit, hanya 12,1% yang berhasil diekspor ke berbagai negara. Lalu kemudian pada 2012 dari total produksi mobil di Indonesia yang mencapai 1,29 juta, sebanyak 12,2% yang diekspor. Lalu pada tahun lalu jumlah ekspor mobil Indonesia hanya 11,4% dari total produksi sebanyak 1,401 juta unit.

Bandingkan dengan Thailand,pada 2011 Negeri Gajah Putih tersebut mampu membukukan produksi mobil hingga 1,458 juta unit, dari jumlah itu sebanyak 50,3% diekspor. Kemudian pada 2012, angkanya terus meningkat dari produksi 2,458 juta yang diekspor mencapai 58,3% dan tahun lalu dari produksi 2,463 juta unit, sebanyak 54,1% diekspor.

(hen/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed