Minggu, 07 Okt 2018 08:17 WIB

Intip Cara Malaysia dan Vietnam Bikin Mobnas, Indonesia Bisa Tiru

Dina Rayanti - detikOto
VinFast, mobil nasional pertama Vietnam. Foto: Carscoops VinFast, mobil nasional pertama Vietnam. Foto: Carscoops
Jakarta - Membuat mobil nasional memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan konsep matang, tekad serta kesiapan produksi bagi negara itu sendiri demi mewujudkan mobil nasional sebuah negara.

Belum lagi kalau mobil tersebut harus menghadapi rival berat di negeri sendiri. Terlebih rival tersebut sudah menjual mobilnya di berbagai belahan dunia.


Tapi hal-hal itu tak membuat Vietnam ciut. Vietnam sangat serius dengan ambisinya untuk memiliki mobil nasional pertamanya. Tak bekerja sendiri, mobil nasional pertama Vietnam digarap keroyokan dengan menggandeng para ahli otomotif.

Hadir lewat nama VinFast, mobil ini dikerjakan banyak tangan berkat kerja sama dengan ABB, Bosch, General Motors, Magna Steyr, Siemens, BMW untuk platform mobil, desainer Italdesign dan Pininfarina pun dilibatkan dalam proyek ini.

Awal tahun 2018 VinFast menggandeng General Motors yang kemudian menghasilkan kesepakatan. Hasil kesepakatan tersebut adalah GM setuju pabriknya digunakan untuk VinFast. VinFast juga dibolehkan untuk menjadi distributor eksklusif mobil Chevrolet di Vietnam.

Nantinya VinFast bakal diproduksi di bawah lisensi GM mulai tahun 2019. Dengan begitu pabrik, jaringan diler, hingga para pekerja yang sebelumnya bekerja untuk GM bisa mulai mengerjakan projek VinFast.

Hal tersebut membuat warga Vietnam tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa menggunakan mobil buatan negaranya sendiri.

Mulai mengumumkan akan membuat mobil nasional pertamanya pada September 2017, Oktober 2018 VinFast sudah berani unjuk gigi di pameran otomotif kelas dunia Paris Motor Show 2018. Dalam Pameran tersebut, VinFast sekaligus mengumukan mobil mulai bisa mengaspal pertengahan 2019.

Sang CEO pun sedikit jemawa soal cepatnya Vietnam lewat merek VinFast bisa menggarap mobil dalam waktu singkat. Padahal mobil itu bukan hanya untuk konsumsi warga Vietnam saja melainkan juga dijual di seluruh dunia.


"Kami melakukannya dalam 24 bulan padahal biasanya OEM membutuhkan waktu hingga 60 bulan," tutur CEO VinFast yang sebelumnya bekerja untuk GM, Jim deLuca.

Cara gandeng-menggandeng demi terwujudnya sebuah mobil nasional bukanlah hal baru di dunia otomotif. Sebelumnya merek Malaysia Proton juga menggandeng Mitsubishi dalam proyek mobil nasional pertamanya.

Tahun 1983, Proton menggunakan platform Mitsubishi saat memproduksi mobil pertamanya. Berbeda dengan Vietnam, mobil nasional pertama Malaysia ini digarap selama 30 tahun.

Indonesia pun pernah menerapkan hal serupa saat mobil merek Timor terjual di pasaran. Timor tahun 1996 dikatakan meminjam desain dan teknologi dari Lamborghini. Timor juga diketahui merebadge mobil buatan Korea Selatan Kia. Mobil-mobil itu kabarnya diproduksi di kawasan Cikampek.


Banyak nada miring yang mengatakan Timor bukanlah mobil nasional Indonesia yang sesungguhnya karena hanya mengganti logo Kia dengan Timor. Kia disebut sebagai satu-satunya yang mau menjual mobilnya di Indonesia tanpa emblem Kia.

Sayangnya, Timor tak bertahan lama. Setahun mencicipi manisnya penjualan mobil di Indonesia, perusahaan garapan Tommy Soeharto ini harus gulung tikar dan proyek Timor dihentikan.

Indonesia saat ini masih menantikan mobil nasional pertamanya. Setelah Timor, asa mobil nasional muncul lewat Esemka. Namun masyarakat Indonesia kembali harus menunggu bisa merasakan mobil nasional pertamanya ini. Kabar terakhir menyebut, Esemka sudah memiliki Surat Uji Tipe (SUT) dan siap masuk jalur produksi.

Wah patut ditunggu ya Otolovers! (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed