Kamis, 09 Agu 2018 17:27 WIB

Siapa Pemilik Fortuner 3 Pelat Nomor untuk Akali Ganjil-genap?

Dina Rayanti - detikOto
Fortuner dengan tiga pelat nomor. Foto: Screenshot Instagram TMC Polda Metro Fortuner dengan tiga pelat nomor. Foto: Screenshot Instagram TMC Polda Metro
Jakarta - Mobil Toyota Fortuner baru saja kedapatan memiliki tiga pelat nomor untuk menghindari ganjil genap. Dua pelat nomor memiliki angka terakhir genap sementara satu lainnya ganjil.

Akal-akalan pelat nomor ini sebenarnya bukan hal baru agar pengendara bisa melintas di jalur ganjil-genap. Sebelumnya juga sudah ada dua kali percobaan mengakali pelat nomor itu namun juga terciduk pihak kepolisian yang melakukan razia.


Tentu hal ini membuat penasaran siapa kira-kira pemilik Fortuner dengan tiga pelat nomor ini ya. Apakah ia orang penting hingga harus melintas di jalur ganjil genap setiap hari dan menggunakan pelat nomor lain?

Atau pemilik ini hanya ingin enaknya saja tak mau memutar lewat jalan lain karena pelatnya tidak sesuai dengan tanggal. Berdasarkan penelusuran detikOto melalui situs samsat online pemilik mobil Fortuner tertera atas nama PT Serasi Autoraya.

Mobil bermesin 2.700cc berwarna hitam berpelat B 1747 UJN itu tertulis dalam status masa pajak masih berlaku. Bagaimana dengan dua pelat nomor lainnya?

Pelat B 1734 UJN juga dimiliki oleh pemilik yang sama yaitu PT Serasi Autoraya. Namun pelat nomor ini adalah untuk kendaraan Honda CR-V hitam berkapasitas 2.000cc. Satu pelat lainnya ternyata palsu nih Otolovers.

Pelat B 1392 RFW justru tidak terekam dalam data samsat online. PT Serasi Autoraya sendiri merupakan anak perusahaan Astra Internasional yang bergerak di bidang mobil bekas dan jasa transportasi.


Nah Otolovers, perbuatan ini jangan ditiru ya. Kalau memang pelat nomor tak sesuai dengan tanggalnya, sebaiknya menggunakan jalan lain atau naik transportasi umum.

Apabila Otolovers nekat memalsukan pelat nomor, tak tanggung-tanggung ancaman hukumannya lima tahun penjara lho!

"Iya itu memang ada, itu kalau ketangkap dia pidana bisa sampai kurungan 5 tahun, bisa Undang-undang dari KUHP juga. Pokoknya jangan coba-coba rekayasa itu pelat, mendingan naik sepeda atau angkutan umum," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa.

[Gambas:Instagram]

(dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed