Minggu, 15 Apr 2018 14:28 WIB

Transportasi Online Bikin Mandeg Penjualan Mobil?

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Pengemudi taksi online (Foto: Rachman Haryanto) Pengemudi taksi online (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Transportasi online saat ini menjadi tren yang sedang berkembang di Indonesia. Hal itu diprediksi akan menyumbat penjualan mobil.

Seperti yang disampaikan Wakil Kepala Bidang Penelitian Lembaga Penelitian Ekonomi Manajemen Universitas Indonesia (LPEM-UI), Kiki Verico, hal tersebut dapat terjadi karena transportasi online dirasa kebanyakan orang mempermudah mobilitasnya sehari-hari.

"Mereka mikir, ya kita kan infrastruktur makin baik, car sharing makin banyak ya mereka berpikir langganan online saja, untuk suaminya saja misalnya untuk istrinya naik mobil," ujarnya di Jakarta.



Orang pun akhirnya menunda untuk membeli mobil. "Jadi insentif punya mobilnya makin dikit," kata Kiki.

Lanjut Kiki mengatakan, tren tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, hampir diseluruh dunia perkembangan tren ekonomi digital seperti transportasi online mempengaruhi keinginan orang untuk membeli kendaraan kedua atau ketiga.

"Nah ini sebetulnya dasarnya adalah technoligical distraction yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia sebetulnya sih bahwa digital ekonomi ini membuat hidup orang semakin mudah dan orang semakin kurang berpikir untuk memiliki barang," lanjutnya.



"Di Jepang sekarang juga terjadi seperti itu, anak-anak muda di Jepang kan itu sudah less insentif untuk memiliki kendaraan ke-2 dan ke-3, karena mereka kan formalkan (orang yang punya pendapatan tetap), bisa memilki kendaraan ke 2 dan 3, kenapa? Dia cukup satu saja karena dia pakai kendaraan cukup Sabtu dan Minggu sama keluarganya, Senin sampai Jumat mereka pakai online, jadi itu yang mempengaruhi," tambah Kiki.

Bahkan bukan hanya masalah transportasi dari mulai tempat tinggal sampai beli makanan pun banyak yang menggunakan jasa online, karena kemudahan tersebut.

"Sekarang mau sewa apartemen apa segala macam itu gampang sekali ada Airbnb, ada Traveloka, kemudian transportasi ada transportasi online, kemudian beli makan juga, akhirnya orang tuh memiliki barang berkurang, termasuk kendaraan tadi," papar Kiki. (khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed