Senin, 09 Apr 2018 15:57 WIB

Servis Mobil di Bengkel Resmi Mahal?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mekanik tengah menyervis mobil di bengkel Auto2000 Cilandak Foto: Dadan Kuswaraharja Mekanik tengah menyervis mobil di bengkel Auto2000 Cilandak Foto: Dadan Kuswaraharja
Cikarang - Pemilik mobil saat ini ditawarkan dengan beragam pilihan bengkel. Ada bengkel resmi yang langsung di bawah agen pemegang merek (APM), ada pula bengkel umum di pinggir jalan yang harganya lebih kompetitif.

Namun, banyak anggapan bahwa servis di bengkel resmi harganya terlalu mahal. Makanya, tak sedikit juga pemilik mobil yang beralih ke bengkel biasa agar lebih hemat.

Menanggapi persepsi itu, CSD & Marcomm Department Head Auto2000, Cahaya F. Tantriani, mengatakan bahwa mahal atau tidaknya itu relatif. Buktinya, kata dia, masih banyak pemilik mobil Toyota yang tetap servis di bengkel resmi Auto2000.

"Harus dilihat kembali, worth it nggak sih (servis di bengkel resmi yang dinilai lebih mahal)," kata Tantri menjawab pertanyaan detikOto saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat, akhir pekan kemarin.



Dia memastikan, konsumen yang melakukan servis mobil di bengkel resmi bisa mendapatkan ketenangan. Sebab, katanya, bengkel resmi memberikan jaminan.

"Jadi lebih ke arah jaminan keaslian (suku cadang), jaminan ada garansi jadi kalau servis kemudian merasa tidak memuaskan bisa balik lagi dan gratis atas permasalahan yang sama," katanya.

Selain itu, kalau servis di bengkel resmi pemilik kendaraan akan bisa mendapatkan track record servisnya. Dengan record itu, maka historis kendaraan akan tercatat.



"Tidak akan terjadi servis yang berulang atau kasus yang sama. Part yang diganti nggak mungkin diganti lagi dalam jangka waktu dekat. Penyakitnya juga ketahuan. Kan didiagnos akan terlihat penyakit mobilnya. Setiap historis kita kasih tahu saran kita. Misalnya kaki-kaki harus dicek. Selain itu kalau mau jual mobilnya lagi, untuk jual lagi misalnya bisa kasih lihat histori (servis)-nya. Harga mobilnya jangan terlalu rendah, kan bisa dilihat historis servisnya," kata Tantri.

Tantri sendiri pernah turun langsung menanyakan konsumen yang tetap melakukan servis di Auto2000. Dia bilang, rata-rata konsumen yang melakukan servis di Auto2000 tidak mudah percaya.

"Mereka sibuk dan tidak mudah percaya sama yang lain, sehingga daripada tidak ada jaminan jadi ke bengkel resmi. Mereka bilang kalau di luar sparepart belum tentu asli gimana?" ujarnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed