Senin, 12 Mar 2018 12:52 WIB

Di AS Supercar Buat Jalan Sehari-hari, Di Indonesia Jadi Mobil Hobi

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Touring Lamborghini ke Bandung dan Cirebon (Foto: dok. Lamborghini Club Indonesia) Touring Lamborghini ke Bandung dan Cirebon (Foto: dok. Lamborghini Club Indonesia)
Bandung - Supercar di Indonesia menjadi kendaraan hobi, alias hanya dipakai pada waktu tertentu sehingga jarak tempuhnya tidak jauh-jauh. Berbeda dengan di Amerika.

Seperti yang disampaikan Presiden Direktur Prastige Image Motorcars, Rudy Salim, orang Indonesia akan kaget jika melihat kilometer sebuah supercar melebihi angka 1.000 km, sebaliknya di Amerika orang akan kaget kalau angkanya kurang dari 1.000 km.



"Di Amerika kalau kita lihat kalau km-nya 1.000 sudah pada ngelongo, di Indonesia km di atas 1.000 justru orang ngelongo, kok tinggi sekali," ujarnya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat.

Menrutnya hal tersebut terjadi karena di Amerika dan beberapa negara Eropa, supercar biasa digunakan sehari-hari.



"Pada dasarnya di Amerika sendiri, mobilnya rata-rata 30 ribu-40 ribu km, dipakai setiap hari, mereka pakai ke kantor sehari-hari, karena nggak ada sopir, dan dipakai sehari-hari," kata Rudy.

Selain itu, faktor kondisi jalan dan harga serta biaya supercar di Indonesia juga memengaruhi hal tersebut. "Harganya juga nggak terlalu mahal seperti di Indonesia kan, dua tiga kali lipat, jalanan juga mendukung," lanjut Rudy.




(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed