Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Senin 20 November 2017, 12:34 WIB

Soal Misteri Airbag Mobil Setya Novanto yang Tak Mengembang

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Soal Misteri Airbag Mobil Setya Novanto yang Tak Mengembang Mobil Setya Novanto di Unit Laka Lantas Ditlantas Polda Metro Jaya, Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2017) Foto: Seysha Desnikia-detikcom
Jakarta - Kecelakaan yang dialami Ketua DPR Setya Novanto dengan mobil Fortuner menyisakan sejumlah misteri. Selain luka yang dialami Setya Novanto, mobil juga tidak mengembang airbag-nya.

Toyota enggan berkomentar banyak soal kecelakaan ini karena menilai kecelakaan ini tidak beda dengan kecelakaan mobil pada umumnya, namun yang pasti menurut Executive General Manager PT Toyota Astra Motors (TAM) Fransiscus Soerjopranoto, kantung udara atau airbag bisa mengembang tergantung pada efek kerusakan mobil bukan dari kecepatannya semata.

"Sebenarnya gak terlalu kecepatannya, tapi tergantung damage yang terjadi. Kalau damage-nya ringan tapi menyentuh sensor vitalnya, itu airbag akan mengembang. Jadi kita nggak ngomong kecepatannya berapa dan sebagainya, tapi kalau pas kena sensornya dia akan mengembang," ujar pria jangkung yang akrab disapa Suryo ini.

"Tapi kalau sensor itu tidak terkena, atau dengan kata lain titik vital dari penumpang yang nyetir maupun samping sisi kirinya itu tidak terlalu itu tidak akan mengembang. Jadi tidak serta merta ada tabrakan sedikit langsung mengembang," ujarnya.

Airbag juga bekerja sama dengan sabuk pengaman. Jadi kalau sabuk tidak dipasang, mobil akan menyangka tidak ada penumpang di dalam mobil. Sehingga 'otak' komputer mobil menganggap tidak perlu mengeluarkan airbag untuk menjaga penumpangnya.

Airbag di bagian depan umumnya tidak dirancang untuk mengembang bila kendaraan terlibat kecelakaan dari samping atau belakang, atau bila terguling, atau bila terlibat kecelakaan dari depan pada kecepatan rendah.

Toyota mencatat airbag depan akan mengembang bila kekuatan benturan melebihi tingkat ambang batas yang ditentukan (tingkat kekuatannya sebanding dengan kecelakaan dari depan pada 20 - 30 km/jam).

Namun, ambang batas kecepatan akan menjadi lebih tinggi apabila kendaraan menabrak sesuatu benda, seperti kendaraan yang sedang diparkir dan rambu lalu-lintas, yang dapat bergerak atau berubah bentuk saat terkena benturan, atau bila kendaraan terlibat dalam kecelakaan ke bawah (contohnya kecelakaan dimana bagian depan kendaraan ke bawah, atau masuk ke bawah bak truk dan lain-lain. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +