Mobil listrik mungil BYD Racco mulai menunjukkan taring di pasar Jepang. Baru dua minggu setelah resmi diluncurkan, mobil listrik (EV) yang masuk kategori kei car itu sudah mengantongi 1.002 pesanan.
BYD menargetkan bisa mengumpulkan 10.000 reservasi Racco hingga akhir 2026.
Menariknya, varian termahal justru paling banyak diminati. Sebanyak 80% konsumen memilih Racco 300 Premium. Sementara Racco 300 Plus menyumbang 14% pesanan dan varian 200 sebesar 6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari survei konsumen, 35,7% pembeli menggunakan Racco sebagai mobil tambahan. Persentase yang sama membeli Racco untuk menggantikan mobil lama. Sementara 26,8% merupakan pembeli mobil untuk pertama kalinya.
BYD Racco resmi dijual di Jepang pada 28 Juli 2026. Harganya berkisar 2,14 juta-2,497 juta yen atau sekitar Rp 215 juta-Rp 251 juta sebelum subsidi.
Racco tersedia dalam tiga varian, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium.
Mobil ini memiliki dimensi panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm dengan wheelbase 2.520 mm. Racco mampu membawa empat penumpang dan memiliki bagasi berkapasitas 280 liter.
Interior BYD Racco Foto: Dok. BYD |
Untuk sumber tenaga, BYD menyediakan dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 63 hp dengan torsi 160 Nm.
Jarak tempuhnya mencapai 210 km hingga 320 km, tergantung kapasitas baterai yang digunakan.
Racco juga sudah dibekali sejumlah fitur modern. Di antaranya adaptive cruise control (ACC), autonomous emergency braking (AEB), serta layar sentuh 10,1 inci.
Untuk pengisian daya, varian 200 memiliki kemampuan DC charging hingga 35,8 kW dengan konektor CHAdeMO. Sementara varian dengan baterai lebih besar mendukung pengisian hingga 49,7 kW.
BYD Racco Foto: (Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto) |
Di Jepang, salah satu pesaing utama Racco adalah Nissan Sakura. Mobil listrik kei car tersebut menggunakan baterai 20 kWh dan motor listrik 47 kW, tetapi memiliki jarak tempuh WLTC 112 km.
Nissan Sakura dijual mulai 2.448.600 yen atau sekitar Rp 246 juta. Sepanjang 2025, sebanyak 14.093 unit Sakura terjual di Jepang.
Masuknya Racco menjadi langkah penting bagi BYD untuk memperkuat bisnisnya di Jepang. Pada Juli 2026, BYD mencatat penjualan global 411.072 unit, naik 20,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari angka tersebut, 179.841 unit merupakan penjualan ekspor. Sementara di Jepang, BYD mencatat penjualan 383 unit pada Juli 2026
(sfn/rgr)












































