Insentif Kendaraan Listrik Masih Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mobil Nasional

Insentif Kendaraan Listrik Masih Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mobil Nasional

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 30 Jun 2026 10:39 WIB
Ilustrasi Mobil Listrik
Insentif EV ditunda lagi. Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Pemerintah menunda pemberian insentif untuk kendaraan listrik. Di sisi lain, pemerintah menyebut sedang menyiapkan program mobil nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) masih dalam tahap evaluasi. Pemerintah belum bisa memastikan kapan insentif itu akan diberlakukan. Menurut Airlangga, pemerintah sedang menyiapkan proyek mobil nasional.

"Nanti masih dievaluasi, terutama kita sedang mempersiapkan mobil nasional," ujar Airlangga seperti dikutip Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Airlangga tidak menjelaskan lebih lanjut pertimbangan pemerintah belum menerapkan insentif kendaraan listrik. Hanya, menurutnya kebijakan tersebut masih dievaluasi.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik yang rencana awalnya diberikan di bulan Juni 2026. Namun, insentif itu diundur sebulan.

Meski begitu, pemerintah kembali menunda pemberian insentif kendaraan listrik. Rencana berikutnya, program kebijakan tersebut akan berjalan Agustus nanti.

"Insentif motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan," kata Airlangga kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) lalu.

Sementara itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan insentif untuk industri otomotif berlaku untuk semua jenis kendaraan. Dengan begitu, diharapkan seluruh industri otomotif bisa mendapatkan dampak positifnya.

"Saat ini Gaikindo sudah memberikan usulan kepada Kementerian Perindustrian RI untuk terus mendorong diberlakukannya kebijakan stimulus insentif untuk semua tipe kendaraan bermotor, termasuk kendaraan berbasis Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV), sehingga seluruh industri otomotif Indonesia mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perkembangan pasar otomotif di Indonesia," demikian dikutip dari siaran pers Gaikindo, Senin (29/6/2026).

Gaikindo menilai, industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Gaikindo meyakini sinergi yang telah terbangun antara pemerintah dan pelaku industri perlu terus diperkuat agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kompetitif sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan transformasi industri otomotif global.

"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads