Mobil Listrik China Menjamur, AHY Sebut Jadi Pemicu Mobil Listrik Nasional

Mobil Listrik China Menjamur, AHY Sebut Jadi Pemicu Mobil Listrik Nasional

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 30 Jun 2026 09:53 WIB
SHANGHAI, CHINA - APRIL 17: Aerial view of trucks loaded with new energy vehicles for export at a terminal of Shanghai port on April 17, 2025 in Shanghai, China. (Photo by Long Wei/VCG via Getty Images)
Mobil China. Foto: VCG via Getty Images/VCG
Jakarta -

Mobil listrik China menjamur. Bukan hanya di Indonesia, bahkan mobil listrik China 'menginvasi' pasar otomotif global. Maraknya mobil listrik China disebut menjadi pemicu Indonesia untuk membuat mobil listrik nasional.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menyebut, Indonesia tidak perlu khawatir menghadapi dominasi mobil listrik China. Menurutnya, persaingan justru harus menjadi pemicu untuk mempercepat pengembangan mobil nasional.

"Tiongkok bisa dikatakan merajai pasar EV dunia, banyak yang kemudian merasa berat menghadapi Tiongkok. Tapi juga jangan lupa namanya memulai, tentu diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error kemudian pengembangan diikuti dengan riset-riset berikutnya. Ada negara-negara tetangga kita juga berani dan berhasil untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya. Indonesia juga saya rasa punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing," kata AHY dikutip Antara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY bilang, Indonesia memiliki modal untuk membangun industri kendaraan listrik nasional. Di dalam negeri, sumber daya alamnya melimpah. Begitu juga sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi otomotif.

ADVERTISEMENT

"Justru kita jadikan itu pelecut kita bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia. Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi katakanlah belum bisa 100 persen TKDN-nya harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100 persen buatan Indonesia dan teknologinya kita juga tidak tertinggal. Karena kita punya putra-putri terbaik, engineers-engineers terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production," ujarnya.

Menurut AHY, untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional memang masih diperlukan kerja sama dengan perusahaan maupun negara lain. Tapi, bentuk kerja samanya ditujukan untuk memperkuat kemampuan industri nasional.

"Ini adalah bagian dari semangat membuka kerja sama dengan negara-negara atau korporasi-korporasi besar di dunia yang juga ingin mengembangkan industri EV di dalam negeri. Tetapi Bapak Presiden juga sering kali menekankan kita harus memiliki tekad yang kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional dan kita juga mulai dengan industri otomotif berbasis listrik," katanya.

Pemerintah beberapa kali memang menggembor-gemborkan proyek mobil nasional. Bahkan, pabrik mobil nasional di Subang, Jawa Barat, sudah disiapkan. Pabrik itu ditargetkan bisa memproduksi kendaraan sampai 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028. Sebagai bagian dari visi jangka panjang, kapasitas produksi diharapkan meningkat menjadi 300.000 unit per tahun.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads