Pergeseran besar dari mobil internal combustion engine (ICE) ke teknologi elektrifikasi sedang terjadi di Indonesia. Pertumbuhan mobil listrik saja sudah sampai 95,9 persen pada kuartal pertama 2026.
Berdasarkan data wholesales atau distribusi pabrik ke dealer Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari-Maret 2026, sebanyak 33.150 unit mobil listrik sudah dikirim. Artinya ada kenaikan 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, kala itu mobil listrik mencapai 16.926 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan hampir dua kali lipat ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik sudah semakin matang. Masuknya berbagai brand baru, terutama dari produsen Tiongkok yang menawarkan fitur canggih dengan harga kompetitif, memberikan pilihan luas bagi konsumen dari berbagai segmen.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang tetap konsisten memberikan relaksasi pajak dan pembebasan aturan ganjil-genap menjadi daya tarik utama bagi penduduk kota besar seperti Jakarta.
Lebih lanjut melirik data lima tahun terakhir, penjualan mobil listrik terus melesat. Rinciannya sebagai berikut:
2021: 687 unit
2022: 10.327 unit
2023: 17.051 unit
2024: 43.189 unit
2025: 103.931 unit
2026 (Jan-Maret): 33.150 unit
Sebenarnya bukan cuma mobil listrik BEV, kendaraan hibrida (Hybrid Electric Vehicle/HEV) juga ikut terkerek naik sebesar 21,3 persen jika dibandingkan kuartal 2025. Diketahui periode tiga bulan pertama 2026 sudah 16.940 unit mobil hybrid yang dikirim ke dealer.
Pertumbuhan mobil hybrid juga terjadi dalam lima tahun terakhir. Memang kalau dari segi kenaikan angka tidak sebesar BEV. Rinciannya sebagai berikut:
2021: 2.472 unit
2022: 10.344 unit
2023: 54.179 unit
2024: 59.903 unit
2025: 65.943 unit
2026 (Jan-Maret): 16.940 unit
Sementara itu, segmen mobil Plug in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) juga mengalami lonjakan yang signifikan. Pada periode Januari-Maret 2025 belum banyak pabrikan yang masuk ke segmen ini, namun tahun 2026 angkanya jadi besar. Total penjualannya 1.510 unit dari sebelumnya cuma 50 unit.
Data menunjukkan mobil PHEV juga terus membetot perhatian masyarakat Indonesia. Rinciannya sebagai berikut:
2021: 46 unit
2022: 10 unit
2023: 128 unit
2024: 136 unit
2025: 5.270 unit
2026 (Jan-Maret): 1.510 unit
Bagaimana dengan mobil ICE atau mobil konvensional? jika melihat data penjualan angkanya terus tergerus. Meski demikian penjualannya masih mendominasi pasar Indonesia.
Ambil contoh penjualan mobil ICE non low cost green car (LCGC) pada 2019, sebelum masifnya mobil listrik dan kawan-kawan, penjualan bisa tembus 814.641 unit. Sebagai pembanding enam tahun kemudian, penjualan jadi 505.857 unit, di sisi lain mobil listrik 103.931 unit, PHEV jadi 5.270 unit, dan hybrid 65.943 unit.
Penjualan mobil ICE dalam 5 tahun terakhir:
2021: 737.477 unit
2022: 869.153 unit
2023: 729.739 unit
2024: 585.729 unit
2025: 505.857 unit
2026 (Jan-Mar): 128.590 unit
Mobil LCGC juga terus menyusut. Dulu bisa terjual 200 ribuan per tahun. Tepatnya pada 2019, penjualan bisa mencapai 217.454 unit. Tapi dalam tiga tahun terakhir pasarnya makin tergerus. Bahkan kuartal pertama 2026 saja sudah minus 29,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan LCGC dalam lima tahun terakhir:
2021: 146.520 unit
2022: 158.206 unit
2023: 204.705 unit
2024: 176.766 unit
2025: 122.686 unit
2026 (Jan-Mar): 28.831 unit.
(riar/din)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat