ADVERTISEMENT
Sabtu, 04 Okt 2014 11:02 WIB

Desa Sawarna di Mata Komunitas HAI Riders

- detikOto
Jakarta - Kalau biasanya touring selalu dilakukan oleh komunitas motor yang sudah gape dengan sepeda motor dan telah menguasai medan yang berat. Kini karyawan Agency iklan Arena yang terbentuk dalam komunitas Havas Arena Indonesia (HAI) riders community, coba membuktikan mereka tidak hanya lihai melahirkan iklan terbaik, namun mereka juga mampu menjadi riders.

"Touring kali ini sungguh berkesan, karena ini merupakan touring pertama kami bersama-sama. Dan ini bisa membuat kami menjadi lebih erat satu sama lainnya," kata salah satu anggota Hai, Agri Trinovan, dalam rilis yang diterima detikOto.

Berbagai persiapan baik fisik dan mental pun dipersiapkan dengan masak. Dan tentu berbagai persiapan perjalanan jauh mengendarai motor pun dipersiapkan, seperti rompi MPG, helm, dan perlengkapan safety gear (pelindung lutut dan sikut). Terakhir pengecekan kendaraan juga tidak luput dilakukan.

Hai memulai pertualangan menuju Desa Sarwana Banten, Jumat (19/09/2014) tepat pada 18.30 WIB. Berbagai kendala serta keseruan, seperti jalan yang rusak, macet total menjadi santapan para anggota Hai saat perjalanan.

"Tapi semuanya itu membuat kami semakin kompak," tambah Agri.

Setelah 3 jam perjalanan komunitas Hai akhirnya tiba di checkpoint pertama di tajur halang bogor untuk mengisi bensin dan mengisi perut tentunya. Dan setelah 30 menit istirahat untuk makan minum, anggota Hai melanjutkan perjalanan menuju checkpoit kedua di daerah Cibadak. Perjalanan berliku gelap dan dingin-pun kami lalui guna sampai ditujuan.

Sekitar 2,5 jam perjalanan para anggota Hai berhenti ditengah jalur Cibadak untuk mengisi tenaga mengingat jalur yang dilaui cukup ekstreem, gelap dan berliku. Setelah 20 menit istirahat lalu komunitas Hai melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ratu.

Pertualangan berlanjut, keadaan tak terduga akhirnya terjadi. Setelah sampai di SPBU pertama pelabuhan ratu pada 00.09 WIB, ternyata SPBU telah tutup dan membuat anggota Hai kebingungan. Nekad rombongan pun melakukan perjalanan kembali, dan saat tiba di SPBU kedua ternyata SPBU tersebut juga telah tutup.

Akhirnya salah satu anggota melakukan swiping untuk mendapatkan informasi SPBU terdekat. Namun setelah sekitar 30 menit melakukan swiping ternyata hasil nihil kembali kami dapatkan.

Disaat kebingungan Bro Uus mendapat ide untuk menelpon rekan lainnya yang belum sampai di checkpoint tersebut, untuk mencarikan bahan bakar yang sekiranya bisa cukup untuk sampai di tujuan Desa Sawarna.

Perjalanan kembali dimulai dengan masuk keluar hutan, jalan gelap berbatu kembali kami lalui. Sebelum akhirnya sampai di Desa Sawarna tempat tujuan kami semua pada pukul 04.00 WIB pagi.

Pada pagi harinya setelah cukup beristirahat dan selesai sarapan, Hai riders memulai petualangan di Desa Sawarna dengan mengungjungi pantai pasir putih.

Untuk memasuki pantai pasir putih rombongan harus melewati jembatan gantung yang cukup membuat adrenalin meninggi, karena kondisi jembatan yang bergoyang dan harus dilalui satu persatu, sungguh perjuangan yang cukup menegangkan untuk sampai ke Hidden Paradise of West Java.

Sekitar pukul 15.00 WIB komunitas Hai kembali melanjutkan petualangan di Desa Sawarna dan menuju destinasi selanjutnya, yaitu Pantai Legon Pari, Karang Beureum, Tanjung Layar dan destinasi lain yang tidak kalah indah dari pantai pasir putih.

Pantai Legon Pari dengan air yang sungguh masih sangat jernih, karang Beureum dengan keindahan alam dari hamparan batu karang yang tersusun indah secara alami, dan juga Tanjung Layar dengan dua buah batu raksasa yang selalu dapat menarik setiap pelancong yang datang.

Sesungguhnya masih banyak destinasi yang bisa di eksplore di Desa Sawarna seperti Gua Lalai dan lain lain. Tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke penginapan mengingat kondisi yang sudah mulai gelap.

Fajar menyingsing pertanda sudah pagi, kami semua bersiap mengemasi barang barang dan make sure agar supaya tidak ada yang tertinggal untuk mengakhiri pertualangan.

Tepat pukul 08.00 WIB dengan melewati jalur Cikidang, jalur yang notabennya lebih ekstreem berhasil kami lalui dan akhirnya tiba di Jakarta dan kembali kerumah masing-masing untuk bertemu sanak keluarga tercinta.

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com